Baliho Cakades Tonda No5 Dipasang Dae Wihu, Ini Alasan

 

Bima, Lintasrakyatntbnews.com –
Baliho Calon Kepala Desa (Cakades) Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2022, nomor 5, Hujairin, resmi terpasang di depan rumah Bakal Calon (Balon), Abdul Wahab, Senin, 23 Mei 2022 sore.

Pemasangan baliho tersebut dilakukan oleh sebagian kecil perwakilan simpatisan bakal cakades, Abdul Wahab, yang dinyatakan tidak lolos verifikasi berkas pencalonan oleh panitia.

Pemasangannya secara dadakan dan tidak menjadi soal. Terpenting, menurutnya, baliho ini sudah ada dalam genggaman Dae Wihu.

“Kami tambah semangat berjuang untuk memenangkan Dae Juri dengan resmi berdirinya baliho depan rumah Dae Wihu yang dikenal tokoh panutan di desa kami ini,” kata salah satu simpatisan Dae Juri.

Abdul Wahab mengatakan, pemasangan baliho calon nomor 5 ini bukan dimaknai keempat cakades lain tidak memiliki kualitas dan skill dalam untuk menjadi seorang leadership di desa ini. Namun, ini adalah ketukan batin yang sudah tidak bisa dibohongi apalagi dihianati.

“Saya rasa semua cakades yang akan berkompetisi tinggal dua bulan lagi adalah putra-putra terbaik dan miliki jiwa dan semangat untuk membangun masyarakat dan desa ke arah yang lebih majemuk enam tahun ke depan,” kata Dae Wihu, Senin.

Baliho ini dipasang karena sebagai bukti nyata dalam pilihan sikap politik. Tujuannya agar istri, anak, keluarga, dan orang-orang yang merasa sehati selama ini dapat mengetahui dan memahami atas sikap politik diambil ini.

“Ya, dengan adanya baliho yang saya pasang ini tentu setidaknya bisa memahami dan mengetahui arah dukungan politik saya jatuh terhadap calon ini,” ungkapnya.

Dae Wihu mengatakan, sikap yang diambil ini tidak didasari dengan unsur kebencian terhadap keempat cakades lain itu. Namun, ini sudah didasari dengan ikhtiar. Sebab, kemenangan di antara cakades itu tidak ada dalam garis tangan manusia, melainkan garis Tuhan yang mesti diakui.

“Saya meyakini masing-masing cakades memiliki peluang untuk menang. Hanya saja, takdir menentukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, secara sudut pandang di luar politik, sosok Hujairin mesti diakui memiliki semangat dan komitmen yang kokoh untuk mewujudkan masyarakat dan desa yang majemuk dan sejahtera jika keluar sebagai pemenang nantinya.

Bayangkan saja, sambung dia, Hujairin adalah bagian yang peran serta di dalam memperjuangkan pemekaran desa pada tiga dekade kepemimpinan di desa ini.

“Saya ingat betul kalau beliau turut serta langsung bersama para tokoh lain kala itu dan sehingga dengan itulah yang menggugah hati saya untuk mendukungnya,” jelasnya.

Dia pun tidak membantah jika cakades nomor 2 adalah sepupu satu kalinya. Namun, menurutnya, sikap dan pilihan politik mesti mengikuti hati dan mesti dijaga dan dirawat.

“Semoga sikap politik saya ini tepat sampai usai pemilihan nanti dan jika cakades ini diamanatkan oleh masyarakatnya, saya berharap rawat, jaga, lindungi masyarakat sesuai haknya diatur oleh negara, dan jangan terlantarkan mereka,” pungkas pria yang lugas, tegas, dan komunikatif itu. (Muhtar Habe)

error: Content is protected !!