Khatib Salat Idul Fitri : Ingat Azab Allah, Penjaga Neraka Bengis

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Sekitar 95 persen dari jumlah penduduk Desa Woro memadati halaman SMP 2 Madapangga, guna melaksanakan salat Idul Fitri 1443 H, Senin, 2 Mei 2022 pagi.

Salat id tahun ini suasananya berbeda daripada tahun sebelumnya. Pasalnya, meski pelaksanaan di tengah pandemi Covid-19, namun tidak menyurut semangat dan antusias masyarakat berbondong-bondong menuju tempat untuk beribadah dalam meraih sebuah kemenangan.

Keluarga yang kian bertahun-tahun merantau di luar negeri bahkan yang berdomisili di luar Woro pun kunjung pulang mudik hingga menjadi bagian jamaah salat id di tanah kelahirannya.

“Kami haru dan bangga bisa menjalankan salat id dengan mereka di tempat yang sama seperti sekarang. Apalagi yang saya lihat ini bukan hanya keluarga yang kerap pulang tahun-tahun sebelumnya, tapi ada juga yang tidak pernah pulang selama ini,” ujar seorang tokoh di Desa Woro Muhtar Ahmad, sesaat sebelum salat id.

Kepala Desa Woro Abdul Farid mengawali sambutan Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri menyampaikan terima kasih kepada TNI – Polri, pemerintah terkait, dan lapisan masyarakat atas suksesi memutus mata rantai Covid -19.

Dia mengakui itu semua tidak lepas dari kerja keras semua pihak tersebut selama ini. Oleh karenanya, melalui hari kemenangan ini, izinkan atas nama pribadi dan keluarga serta Pemerintah Daerah Kab Bima, Nusa Tenggara Barat mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H /2022 M”.

“Semoga puasa yang kita jalankan sebulan penuh dapat diterima oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita dipanjangkan umur agar bisa bertemu kembali di bulan suci berikutnya, Aamiin,” ucapnya, kutip kades.

Dia berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar terus mendukung program-program pemerintah. Program tidak bisa berjalan maksimal, tanpa dukungan dan dorongan semua pihak.

“Kita bersatu padu dan komitmen kokoh dalam membangun daerah yang kita cintai bersama ini,” harapnya, tutup kades.

Kades mengucapkan selamat hari raya serta permohonan maaf atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah desa kepada masyarakat.

“Mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.

Khatib Ust Hairul menyatakan bahwa ketakwaan dalam istilah umum adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

“Kita menjalankan perintah Allah dengan iman yang kokoh. Kita menjauhi larangannya dengan tidak berjudi, riba, meminum minuman keras, dan menyekutukan Allah,” jelasnya.

Dia menegaskan para jamaah salat id ini jangan coba-coba melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari hukum syariat Allah dan Nabi Muhammad SAW. Takutlah akan kematian dan azab Allah, karena sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih.

“Kita tidak bisa menyogok malaikat Allah yang menjaga pintu neraka. Mereka sangat bengis dan tidak sebanding dengan orang-orang di muka bumi ini,” pungkasnya. (Muhtar Habe)

error: Content is protected !!