KPK Didesak Tangkap Wali Kota Bima

 

Polisi saat mengawal aksi di KPK (Sumber foto : You Tube Yhadin SP Chanel)

Jakarta, Lintasrakyatntbnews.com – Aksi unjuk rasa Komite Pemuda dan Mahasiswa Bima Jakarta di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada beberapa bulan yang lalu, kini masih viral di berbagai beranda Facebook (FB ) maupun WhatsApp Group (WAG).

Hal itu terlihat di sebuah You Tube Yhadin SP Chanel, Sabtu, 30 April 2022.

Dalam video tersebut berdurasi 11 menit 54 detik, 597 kali ditonton dan 768 subcribe oleh netizen.

Mereka mendesak KPK segera menangkap dan memeriksa Wali Kota Bima Muhammad Lutfi dan istrinya Ellya Alwaini terkait korupsi.

Mereka menduga Lutfi melakukan korupsi 4,1 miliar dari 28 miliar dana Covid-19 tahun 2020, 80 juta dari 160.997 miliar anggaran pembangunan rumah relokasi banjir (BNPB 2019).

Lutfi juga Ellya terseret dengan anggaran paket guna tahun 2019. Terakhir, soal anggaran 3 miliar untuk 7 organisasi,  diketuai Elya, diduga sebagai tempat pencucian uang.

Mereka menilai KPK belum memberantas korupsi di republik ini secara maksimal. Salah satunya masih terdapat kasus korupsi di Bima. KPK datang di Bima agar mengetahui peristiwa korupsi yang terjadi di Bima.

“Kami minta KPK di bawah pimpinan Firli Bauri datang di Bima agar tahu yang semestinya kami sampaikan ini,” tegasnya.

Mereka mempertanyakan independensi KPK dalam pemberantasan korupsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“KPK belum tuntas memberantas korupsi. Salah satunya kasus Lutfi,” tegasnya.

Mereka menyatakan tetap melakukan aksi. Selama KPK tidak memeriksa Lutfi. Bahkan, mereka akan aksi sampai titik darah penghabisan.

“Kami tetap melakukan aksi sampai darah penghabisan jika aspirasi kami tidak diindahkan KPK,” pungksnya dikutip dari chanel tersebut. (*)

error: Content is protected !!