News  

Ratusan Santri dan Santriwati Festival Anak Saleh dan Salehah Desa Woro Sangat Antusias

Saat kegiatan festival anak saleh dan salehah Desa Woro (Foto : IST)

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Ratusan santri dan santriwati berbagai Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima antusias mengikuti festival anak saleh dan saleha yang digelar panitia bertajuk “Bersama Ramadan Kita Wujudkan Cinta Quran dan Masjid Sejak Dini” dalam memeriahkan bulan suci Ramadan 1443 H/2022 M di Masjid Nurul Hidayah, desa setempat, Minggu (10/4) sore.

Festival yang dibuka resmi Kepala Desa Abdul Farid dan dihadiri para tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan Ketua Tim PKK di bawah kendali Muslimin, yang merupakan seorang generasi qurani dan islami jebolan pondok pesantren Al- Husainy Bima di bawah asuhan TG. H. Ramli Ahmad (alm) biasa disapa akrab Aji Ramli itu

Ketua Panitia Festival Muslimin mengatakan, festival ini guna selain untuk memeriahkan Ramadan, terlebih menanamkan rasa kecintaan adik- adik terhadap quran dan masjid sejak dini, sesuai ekspetasi bersama.

“Sebab, bisa dilihat fakta sekarang bahwa para generasi sudah semakin jauh dari quran dan masjid, yang seharusnya menjadi tolak ukur kemajuan peradaban Islam,” kata Muslimin.

Menurut dia, jika quran dan masjid sepi lalu apalagi yang menjadi harapan di komunitas tersebut, sehingga inilah menjadi niat awal panitia membuat kegiatan festival agar para generasi semakin sadar begitu pentingnya peran quran dan masjid.

“Ya, yang pasti kami memanfaatkan momentum bulan Ramadan dengan mengisi kegiatan- kegiatan keagamaan seperti ini,” sebutnya.

Muslimin menjelaskan, sebenarnya sudah menjadi kebiasaan setiap tahun diadakan kegiatan seperti ini di bulan Ramadhan, tapi yang membedakan degan kegiatan – kegiatan sebelumnya adalah memiliki wadah untuk mengevaluasi kembali hasil lomba. Sedangkan kegiatan yang diadakan sebelumnya hanya seremonial untuk meramaikan bulan Ramadan saja.

Festival ini diperuntukan kepada semua generasi Desa Woro yang TK, SD, dan SMP secara umum, tapi pas mendaftar, mereka bisa mewakili TPQ di tempat mereka mengaji atau sekolah tempat mereka belajar.

Festival ini direncanakan Forum Kreativitas Muslimah Desa Woro dan didukung Rumah Quran An-Nahl Desa Woro dengan memanfaatkan pemuda di Desa Woro yang dianggap memiliki semangat dan kecintaan kepada quran dan masjid.

Panitia memahami betul keadaan generasi sekarang yang terpengaruh dengan arus globalisasi, terutama HP dengan media sosial dan games yang sangat merusak citra generasi.

“Bayangkan saja, keseharian anak-anak dihabiskan untuk main game dan medsos, itulah tujuan awal kegiatan ini dan tujuan awal Rumah Quran An-Nahl,” ujarnya.

Dia menambahkan, kenapa disebut dengan nama An-Nahl? Karena ia melihat betul kehadiran An-Nahl sudah banyak mengurangi hal-hal negatif yang disebutkan di atas.

“Jadi, kegiatan ini juga sebagai bahan evaluasi kami di Rumah Quran An-Nahl, TK, TPQ, dan sekolah -sekolah dasar. Semoga dengan festival ini akan menumbuhkan generasi yang makin cinta quran dan masjid,” pungkas pria alumni UIN Makassar itu. (Muhtar Habe)

 

error: Content is protected !!