Hukrim  

Laporan Dicabut, Adi Al Faesal : Bukan Pejabat yang Fasilitasi

Saat Adi Al Faisal usai cabut laporan (Foto : IST)

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Kasus dugaan aksi “brutal” oknum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan oleh oknum mengatasnamakan diri Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi Adi Al Faesal usai kejadian di Ruangan Kejati setempat, Jumat (31/3/2022) berakhir damai (islah).

“Benar dan yang mencabut laporan, saya sendiri pada Senin, kemarin,” kata Adi Al Faesal ketika dikonfirmasi Lintssrakyatntbnews.com melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (5/4).

Pencabutan, kata Adi, dengan kemanusiaan karena tidak ingin lantaran kasus itu terlapor masuk bui hingga dipecat dari ASN yang nanti masa depannya hancur.

“Saya tidak menginginkan itu. Saya sudah memaafkannya dengan tulus dan ikhlas,” ungkapnya.

Sebelumnya, sambung Adi, terlapor bernama Muhammad Syahid Anshari (24) asal Desa Ntonggu, Kec Palibelo, Kab Bima itu hampir semua tokoh orang Bima -Dompu yang ada di sini didatanginya  guna meminta untuk dapat memediasi penyelesaiannya secara damai.

“Berbagai upaya itu saya rasa dia tulus meminta maaf, saya sebagai manusia biasa ya jelas tersentuh hati hanya untuk memaafkannya,” ujarnya.

Terkait keterlibatan  pejabat Dinas PUPR NTB Ridwan Syah dan Wakil Ketua  DPRD NTB Mori Hanafi, sambung Adi, itu tidak benar.

“Saya luruskan keterlibatan mereka itu bukan atas nama jabatan. Namun, mereka terlibat hanya sebagai saksi dalam damai itu dan juga sebagai tetua Bima – Dompu. Saya anggap wajar lah,” lanjutnya.

Ditanya keterlibatan dua oknum pejabat tersebut dalam memfasilitasi penyelesaian kasus dilaporkan, Adi membantah jika keduanya bukan pejabat.

“Bukan pejabat. Saya tegaskan lagi bahwa mereka sebatas saksi,” sebutnya.

Dia membenarkan informasi yang beredar bahwa terlapor adalah anak yatim piatu dan berdarah Bima.

“Sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan mencabut laporan kemarin,” jelasnya.

Ditanya alasan melibatkan dua oknum pejabat tersebut, Adi pun melarang wawancara lanjut.

“Nda usah dilanjutkan wawancara, saya ndak bisa memberikan pernyataan lagi,” pungkas Adi. (Muhtar Habe)

 

error: Content is protected !!