Sekjend LesHam : Penegakan Hukum Polres Bima Kota Terkesan Masuk Angin

Foto : Sekjend LesHam, Linnas (Foto : IST)

Kota Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Lembaga Studi Penegakan Hukum dan Hak Azasi Manusia (LesHam) menilai penegakan hukum terhadap tersangka korupsi PKBM Karoko Mas, Boymin ada masuk angin.

Penilaian itu muncul setelah diketahui Unit Sat Reskrim Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) tidak menahan tersangka Boymin yang diduga merugikan 682 juta dari 1,44 miliar dana APBN tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019 kurun waktu dua tahun. Sementara sebelumnya, Boymin dua kali mangkir panggilan penyidik (tidak kooperatif).

“Kami kaget dan menyayangkan keputusan penyidik yang tidak menahan tersangka yang notabene anggota DPRD Kab Bima itu,” ungkap Sekjen LesHam, Linnas kepada Lintasrakyatntbnews.com, Jumat (1/4).

Linnas menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Polres Bima Kota atas penanganan kasus dugaan korupsi dana desa (DD) yang menyeret nama Kepala Desa, Sekertaris, dan Bendahara Desa Waduruka, kecamatan Langgudu hingga ditahan.

“Kami apresiasi kinerja Polres yang baru sejak saat itu. Hari ini, rasa apresiasi kami mulai hilang dengan tidak ditahannya tersangka Boymin. Sebab, dalam perspektif kami, antara tiga tersangka pemdes Waduruka dan oknum dewan itu sama dan mesti diperlakukan sama,” sebutnya.

Menurut dia, kasus Korupsi dana PKBM itu diketahui bergulir di meja kepolisian Resort Bima Kota sejak tahun 2019, dan sejak saat itu, LesHam konsisten mengawal.

LesHam berpikir kalau tersangkanya akan ditahan mengingat selama proses penyelidikan dan penyidikan, tersangka pun tidak kooperatif dan berupaya menghilangkan barang bukti.

Tak henti di situ, terlebih, tersangka yang merupakan politisi partai Gerindra ini sempat dilaporkan mengulangi perbuatan pidana berupa percobaan pembunuhan.

“Kami pikir tersangka ditahan seperti tersangka lain. Eh, ternyata tidak. Jangan- jangan tidak benar seorang Boymin pernah mangkir dua kali panggilan polisi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa dalam sejarah penanganan kasus korupsi baru kali ini ditemui tersangka korupsi tidak ditahan. Dalam waktu dekat akan mengkaji dan membahas masalah ini.

“Kami akan membahas tentang keputusan yang akan diambil agar memastikan langkah selanjutnya untuk memastikan kasus korupsi ini agar tidak menjadi bola liar,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum Boymin diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Tipidkor Polres, Kamis (31/3) kemarin, sejumlah kalangan media, LSM, dan aktivis mengkonfirmasi bahwasannya seluruh kelengkapan administrasi dan surat perintah penahanan sudah ditandatangani oleh Kasat Reskrim.Bahkan, sudah tidak ada kendala untuk tidak ditahan, namun tiba-tiba berubah karena alasan kelengkapan adminstrasi.

Dalam waktu dekat ini langkah yang akan ditempuh LesHam antara audiensi atau aksi unjuk rasa di Polres Bima Kota, Mapolda NTB, dan Mabes Polri di Jakarta, guna mendesak tersangka ditahan.

“Kami akan lakukan itu karena pelaku korupsi harus diberikan efek jera yang maksimal agar ke depannya tidak ada lagi yang mencoba berbuat tidak terpuji macam itu lagi,” pungkas pria mantan Ketua BEM STIH yang sekarang menjadi Universitas Muhammadiyah Bima itu. (Muhtar Habe)

error: Content is protected !!