Lima Korban Tersengat Listrik, Satu Nyawa Tak Tertolong

Foto : Korban tersengat listrik (Foto: IST)

Lombok Tengah, Lintasrakyatntbnews.com – Lima pria disengat listrik di areal SMK Penerbangan Dusun Mentokan, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (26/3/2022) sekitar pukul 16.30 WITA.

Kapolres Lombok Tengah Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Praya Barat Daya Samsul Bahri mengungkapkan, kelima korban tersebut adalah Deni Putra Nawangsyah (34), Aga (7). Keduanya Kelurahan Pagutan Kota Mataram, Muhamad Junaidi (40), Ahmad Sahal Mulia (11), dan Rifa Syahida Mulia (8). Ketiganya warga Dusun Mentokan, Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya.

Akibat peristiwa naas tersebut, satu meninggal dunia dan empat korban lainnya dirawat di puskesmas terdekat.

Berawal dari ketiga anak-anak bermain gerobak bekas kecimol dengan cara didorong, kemudian tiang gerobak yang terbuat dari besi mengenai kabel terkelupas yang melintang sehingga mereka tersengat listrik.

“Mendengar jeritan anak-anak tersebut, korban Moh Junaidi dan Deni Putra Nawangsyah menolongnya, namun ikut tersengat listrik dan tidak bisa melepaskan diri sampai colokannya dicabut oleh saksi Rohana, (40),” ungkap Syamsul Bahri.

Dia menjelaskan, korban Ahmad Sahal Mulia, Rifa Syahida Mulia, dan Muhamad Junaidi masih dirawat di Puskesmas Darek. Aga langsung dibawa pulang oleh ibunya (Rosi) ke rumahnya yang beralamat di Kelurahan Pagutan Kota Mataram. Sedangkan Deni Putra Nawangsyah yang atas kesepakatan istri dan orang tuanya dibawa ke Taliwang, Kabupaten Sumbawa untuk dimakamkan.

Atas kejadian tersebut, polisi telah meminta beberapa keterangan saksi yang di antaranya Rohana alias Inaq Ranti (40) alamat Dusun Selangit, Desa Pelambik, Prabarda, Lombok Tengah dan Lia Anggraeni yang merupakan istri almarhum (30) alamat Dusun Mentokan, Desa Darek, Prabarda, Lombok Tengah.

“Pihak keluarga (istri korban) dan orang tua korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk diotopsi dengan dibuktikan menandatangani surat penolakan otopsi,” pungkasnya. (Marman)

 

error: Content is protected !!