Dinding Kantor Desa Ntori Bertulis “BUMDES Bobrok, Desa Goblok” Viral

Foto : Kantor Desa Ntori yang dicoret dindingnya dengan tulisan “BUMDES BOBROK, DESA GOBLOK”. (Foto : gemantb.com)

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Dikutip dari gemantb.com, Kamis (24/2/2022) sore, warga Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, pagi-pagi dikejutkan dengan adanya coretan di dinding Kantor Desa Ntori, Rabu (23/2).

Coretan (tulisan) dengan ukuran besar yang diduga menggunakan pilox hitam itu bertuliskan “ BUMDES BOBROK, DESA GOBLOK”.

Hal tersebut berdasarkan dari rekaman video pendek yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut bahwa oknum yang mencoret dinding Kantor Desa Ntori adalah seorang warga asal desa setempat.

Bahkan ia mengaku sempat memberitahukan kepada staf desa yang ada di dalam kantor, setelah mencoret- coret di dinding tembok Kantor Desa Ntori tersebut.

“Ya, benar saya sendiri yang telah mencoretnya. Saya lakukan bukan tanpa dasar dan landasan yang jelas. Dan, saya sendiri yang menyuruh salah satu warga untuk mengambil video saat aksi coretan berlangsung tadi,” kata Yasin sapaan Yhan.

Yhan mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena kekecewaan atas tanggapan Pemerintah Desa dan juga BUM Desa. Sebab, sebelum itu telah dikomunikasikan secara baik-baik dengan mereka.

“Saya sudah menghadap pihak pemdes empat kali. Tapi, tidak ada tanggapan serius terkait masalah unit tiga roda yang telah rusak,” ungkap Yhan.

Menurut dia, karena sebelum unit dipegang dirinya dalam keadaan yang tidak layak (rusak). Tujuan menghadap pemdes agar permasalahan dapat dimediasi dan dicarikan solusi terbaiknya karena unit tiga roda ini bukan kali ini saja rusak, tapi sering kali.

Saya pun beberapa kali memperbaiki di bengkel dengan menghabiskan dana pribadi tidak sedikit,” jelas Yhan.

Dia menambahkan, kejadian seperti ini bukan kali ini saja, dulu pun sempat viral juga, namun tidak ada tanggapan serius pihak pemerintah desa.

Ini kejadian yang kedua kalinya, dulu terkait kasus penjualan kayu sonokeling, sampai detik ini kasus tersebut, belum ditemukan titik terangnya.

“Saya siap diproses dan bertanggung jawab atas tindakan yang saya lakukan mencoret diding kantor desa tersebut,” pungkas Yhan. (Aji Rehy/Red)

error: Content is protected !!