Hukrim  

Seorang Korban di Madapangga Dianiaya, Terduga Pelaku Diamankan

Foto : Korban pengeroyokan terduga pelaku berinisial A dan M (Foto :Ist)

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Seorang anak (17) di Kecamatan Madapangga diduga dihantam parang dan besi terduga pelaku berinisial A (17) sengaja tidak ditulis alamatnya dan Remaja M (19) asal Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, pada Rabu (10/2/20222) sekitar pukul 23. 30 WITA.

Akibatnya, korban mengalami luka bocor kepala dan bengkak mata kanannya hingga dilarikan ke
Puskesmas Madapangga guna perawatan intensif.

Sementara dua terduga pelaku tersebut sudah diamankan Polsek Bolo. Sebelumnya, terduga A diserahkan Kanit Polsek Madapangga beberapa saat setelah kejadian. Sedangkan M diserahkan oleh keluarganya malam itu juga.

“Keduanya terduga pelaku tersebut tengah jalankan proses hukum di Unit Reskrim Polres Bolo,” ungkap Kanit Reskrim Polres Bolo saat dikonfirmasi, Jumat (11/2) pagi.

Sebelumnya, menurut teman korban, kejadian berawal korban bersama delapan enam temannya menuju Pertamina untuk mengisi bensin motornya.

Setelah mengisi bensin masing- masing motornya, korban dan temannya balik pulang ke desa tinggalnya di Madapangga.

“Saat kita balik pulang, tiba – tiba dihadang komplotan terduga pelaku dengan berbagai benda tajam di desa terduga pelaku M itu,” ungkapnya, Kamis (10/2).

Dia menyebut, melihat keadaan itu dirinya dan sebagian temannya balik arah Sila menuju gunung yang ada di Desa Donggo karena dikejar kelompok pemuda itu.

Sedangkan korban dan teman lainnya lolos dari penghadangan karena mereka lari di dalam gang pedesaan.

Melihat korban dan teman lolos, sebagian kelompok pemuda itu mengejarnya menggunakan parang dan dirinya bersama teman lainya tetap menghindari untuk menyelamatkan nyawa sampai atas gunung itu.

“Kendatipun keadaan sudah aman, namun kami belum berani balik dan kami minta bantuan Polsek Bolo untuk mengantar agar bisa pulang dan kami diantarnya,” jelasnya.

Teman korban yang lain lagi mengatakan, keduanya dikejar oleh kelompok orang itu sampai di desa korban.

“Kelompok itu dua orang sudah sampai duluan di desa korban dan kedua orang itu langsung menghantam korban dengan besi dan parang,” kata Iksan.

Menurut dia, padahal korban dan temannya yang lolos dari kejaran kelompok itu tidak punya masalah, tiba- tiba korban dikejar, dikeroyok, hingga korban dilarikan ke Puskesmas itu.

Teman korban berharap masalah ini segera ditangani dengan cepat oleh pihak kepolisian dan berikan hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Apabila terduga pelakunya tidak ditangani serius kepolisian, maka kami akan blokir jalan,” tegasnya.

Atas kejadian itu warga desa korban memblokade jalan pada jam 12.30 WITA dan menutut terduga pelakunya agar segera ditangkap.

Menanggapi kejadian itu, Kanit Reskrim Polsek Madapangga, Heri Kuswanto membenarkan peristiwa pengeroyokan dilakukan dua terduga pelaku terhadap korban yang masih terbaring di Puskesmas Madapangga.

Polsek Madapangga sudah amankan satu terduga pelaku ke Polsek Bolo dan tinggal satu orang yang belum dan sedang diupayakan malam ini juga.

“Kami berharap pada keluarga korban untuk bersabar dan jangan main hakim sendiri dan kami akan segera bertindak,” pungkas Heri

Mendengar informasi disampaikan Heri, pemblokiran jalan akhirnya dibuka dengan perjanjian memberikan waktu terhadap kepolisian agar segera amankan terduga pelaku sampai besok pagi.

Setelah itu arus lalu lintas yang semulanya lumpuh total pun normal kembali dan aktivitas masyarakat lancar seperti sediakala. (Irfan)

error: Content is protected !!