Hukrim  

Berawal Pacaran, Anak (13) di Mataram Jadi Tersangka

Foto : Ilustrasi (Foto : Ist)

Mataram, Lintasrakyatntbnews.com – Seorang anak di bawah umur yang diduga menyetubuhi rekan sebayanya di Mataram pada Maret 2021 lalu, terancam hukuman penjara. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda NTB, Artanto, Senin (7/2/2022).

Artanto mengatakan, terduga pelaku diancam lantaran terduga pelaku tidak mau bertanggung jawab atas persetubuhan korban sesuai laporan korban ke Unit PPA Ditreskrimum Polda NTB bernomor 289 tertanggal 14 September 2021.

“Atas laporan itu sehingga Unit PPA Polda NTB menangani secara serius dan atensi khusus,” ungkap Artanto.

Artanto menjelaskan, terduga pelaku pada awal mulanya menjalin hubungan pacaran dengan korban (15), keduanya berpacaran sekitar 2 tahun sehingga korban sering bermain ke rumah terduga pelaku yang kini menjadi tersangka.

Sekitar bulan Maret 2021, korban bermain ke rumah tersangka. Pada kesempatan itu tersangka berusaha merayu korban yang pada saat itu masih berhubungan pacaran untuk bersetubuh. Namun, korban menolak.

Melihat penolakan dari korban, tersangka terus berusaha memaksa dengan mengunci pintu kamar terlebih dahulu. Akhirnya tersangka berhasil menyetubuhi korban.

Setelah kejadian itu tersangka berjanji kepada korban untuk bertanggung jawab atas peristiwa ini. Namun, hingga korban ini hamil tersangka tidak juga menepati janjinya dan bahkan tersangka mengelak kalau dia pernah menyetubuhi korban.

“Atas dasar itu korban dan keluarganya melaporkan kasus ini ke Polda NTB,” jelas Kabid Melati 3 ini.

Kabid menambahkan, kasusnya masih sedang diproses. Sedangkan untuk barang – bukti kejahatan tersangka berikut diamankan FC Akte korban, FC KK orang tua korban, FC Akta tersangka, FC KK orang tua tersangka, serta seluruh pakaian yang dikenakan saat kejadian.

Tersangka dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 86D atau Pasal 83 (2) Jo Pasal 76E UU no 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun penjara,” tutup Artanto. (Marman/ Hms)

 

error: Content is protected !!