News  

Pendekatan Bermain Cocok Digunakan dalam Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Foto : Ilustrasi

 

Foto : Siswa (Foto : Ist)

Penulis : Rini S

Tangerang, Lintasrakyatntbnews.com – Pengembangan projek Penguatan profil pelajar Pancasila merupakan bagian dari program sekolah penggerak dengan tujuan peserta didik Indonesia dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Profil pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi: 1.Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2 Berkebhinekaan global. 3 Bergotong-royong. 4 Mandiri. 5 Bernalar kritis. 6 Kreatif.

 

Terkait dengan projek profil pelajar Pancasila, tentu setiap sekolah penggerak harus melaksanakan projek tersebut, minimal 3 projek dalam satu tahun pelajaran. Dalam hal ini akan dijelaskan bagaimana pelaksanaan salah satu projek profil pelajar Pancasila yang dilaksankan melalui pendekatan bermain.

Apa itu pendekatan bermain?

Sebelum membahas terkait Pendekatan bermain, sebaiknya dibahas terlebih dahulu projek profil pelajar Pancasila pada projek yang pertama. Projek pertama SMP Negeri 20 Kota Tangerang, bertemakan Gaya Hidup Berkelanjutan dengan judul “ Lestari Lingkunganku adalah Tanggung jawabku” judul ini dipilih
sebagai bagian dari mewujudkan Visi SMP Negeri 20 Kota Tangerang yaitu “Terlaksananya proses pendidikan yang memenuhi standar mutu, berakhalaqul karimah, berkarakter, inovatif, berakar pada budaya bangsa dan berbudaya lingkungan”. Dengan bagian misi Membentuk budaya peduli lingkungan untuk menjadi sekolah Adiwaiyata tingkat Nasional tahun 2022.

Kegiatan peserta didik dalam projek ini diawali dengan games dengan metode jigsaw, artinya peserta didik melakukan game menjodohkan terkait gambar-gambar yang merupakan sebab dan akibat dari kejadian yang terjadi dilingkungan dan alam. Setelah kegiatan peserta didik melakukan refleksi awal tentang ekosistem di alam.

Kegiatan selanjutnya peserta didik melakukan observasi di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah
tinggal terkait keadaan ekosistemnya. Peserta didik yang melakukan observasi di sekolah 50% saja karena mereka sedang pembelajaran tatap muka terbatas, dan 50% sisinya melakukan observasi dilingkungan rumah.

Pada kegiatan ketiga peserta didik mengumpulkan hasil observasi, kemudian melakukan evaluasi dan mencari ide terkait pelestarian lingkungan. Langkah ketiga berdasarkan hasil refleksi mereka menekan bahwa ide dalam keikutsertaan dalam melestarikan lingkungan diantaranya membuat poster himbauan hemat energy, hemat air dan menanam pohon atau penghijauan, dan diusulkan adalah melakukan penanaman, pohon dilingkungan sekolah, serta membuat karya inovatif terkait penggunaan kertas bekas, mereka menitik beratkan pada kertas karena, disekolah sampah kertas dari buku bekas dan koran selalu ada, adapun karya inovasinya adalah membuat alat peraga tiga dimensi.

Berdasarkan usul yang sudah dibuat tersebut peserta didik memutuskan solusi dalam menjaga dan melestarikan lingkungannya, di antaranya adalah daur ulang sampah daun menjadi kompos, penanaman keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekolah dan mendaur ulang sampah kertas menjadi alat peraga tiga dimensi sebagai karya inovatif dalam media pembelajaran.

Selanjutnya semua solusi yang sudah didiskusikan maka peserta didik melaksanakan semua solusi tersebut dengan cara bekerja kelompok, dalam tiap kelompok dibagi hal-hal yang harus dikerjakan, dan pada kegiatan terakhir adalah melakukan pemeran hasil karya dari masing-masing kelompok, sehingga pada puncak acara masing-masing dapat memberikan penjelasan atau langkah dan kegunaan apa yang sudah mereka kerjakan.

Adapun dalam tiap projek Profil pelajar Pancasila yang memiliki enam tema utama tersebut ada target pencapaian yang diharapkan menjadi karakter dan dibagi dalam beberapa dimensi yang memiliki elemen dan sub elemen.

Target –Target pencapaian dalam projek profil pelajar Pancasila pada tema Gaya Hidup Berkelanjutan dan judul “ Lestari Lingkungan ku adalah Tanggungjawab ku” a. Dimensi Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa Elemen Akhlak Kepada alam Sub elemen Memahami keterhubungan Ekosistem Bumi.

Target fase D adalah Memahami konsep sebab akibat diantara berbagai ciptaan Tuhan dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mempunyai dampak baik atau buruk, langsung maupun tidak langsung, terhadap alam semesta.

Sub elemen Menjaga Lingkungan Alam Sekitar target fase D adalah Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitar dengan mengajukan alternative solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut.

b. Dimensi Gotong Royong
Elemen Kolaborasi Sub elemen Kerjasama target fase D Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.

Sub elemen Koordinasi sosial Eksplorasi pikiran atau perasaan dalam bentuk karya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai
tujuan bersama.

c. Dimensi Mandiri
Elemen Regulasi Diri Sub elemen Regulasi emosi target fase D Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya serta menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.

Sub elemen Inisiatif target fase D Bekerja secara mandiri mengikuti efektivitas dirinya dalam bekerja secara mandiri
d. Dimensi Kreatif Elemen menghasilkan karya dan tindakan yang original.

Sub elemen Eksplorasi pikiran atau perasaan dalam bentuk karya Eksplorasi pikiran atau perasaan dalam bentuk karya target fase D Membuat karya atau melaksanakan hal-hal yang menjadi solusi serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.

e. Dimensi bernalar kritis Elemen Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, Sub elemen Mengajukan pertanyaan target fase D Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan konsekuensi dari informasi Sub elemen Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan target fase D Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.

Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil sebuah keputusan dan kesimpulan. Dilihat dari target yang diharapkan akan dicapai, jelas menunjukkan projek profil pelajar Pancasila bukan untuk mengejar sebuah nilai dalam bentuk angka, yang biasa diperoleh dalam pembelajaran regular, sehingga projek profil pelajar Pancasila ini adalah mewujudkan karakter sebagai habitat.

Dapat dilihat dari semua kegiatan yang dilakukan dalam melaksanakan projek pertama dengan judul “ Lestari Lingkungan ku adalah Tanggungjawab ku” dilaksankan di luar kelas, dan peserta didik dinilai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan laksanakan baik dalam kelompok maupun secara individu, dalam hal ini materi yang mereka praktekkan dan laksanakan tidak menggunakan konsep-konsep ilmiah yang mendetail. Seperti membuat poster himbauan sebagai aksi nyata dalam pelaksanaan usulan berdasarkan hasil observasi awal. Begitu juga terkait pemilahan sampah untuk membuat kompos dan penggunaan kertas bekas sebagai bahan pembuatan karya inovatif yang nantinya digunakan sebagai media belajar pada pelajaran regular.

Dapat disimpulkan bahwa pendekatan bermain adalah sebuah pendekatan belajar yang mengutamakan kesenangan, dimana semua kegiatan dalam kesenangan tersebut dilakukan seorang diri atau berkelompok, dalam bermain tidak ada penilaian dengan skor, yang ada adalah sportifitas dan juga kebersamaan.

Dalam bermain juga tidak ada pernyataan benar atau salah. Dalam hal ini pada projek profil pelajar Pancasila ini pendekatan bermainnya terkait pada kemampuan peserta didik menyelesaikan game dan tugas dari hasil usulan awal, yang kemudian menghasilkan sebuah
karya baik berupa poster maupun media ajar yang pada akhirnya dilakukan perayaan berupa pameran hasil karya.

error: Content is protected !!