Hukrim  

Dinas PPPA Turun Pertanyakan Progres Kasus Cabul Anak SD Besok

Foto : Pihak keluarga korban cabul di Madapangga dan LSM Peluru NTB saat sampaikan laporan ke DPPPA Kab Bima (Foto : Ist)

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Pihak keluarga korban dugaan pencabulan dilakukan guru berinisial Sfd (44) di salah satu sekolah dasar (SD) di Madapangga (Rabu (8/12/2021) siang, resmi melaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kab Bima, Senin (7/2/2022) pagi.

“Kami sudah laporkan kronologi disertai nama- nama saksi atas kasus dugaan pencabulan oknum guru itu,” ungkap Ketua LSM Peluru NTB, Denis saat dikonfirmasi Lintasrakyatntbnews.com via Hp, Senin.

Denis menyebut, pihak keluarga melaporkan ke DPPPA untuk mendampingi sekaligus mengawal proses hukum dilakukan Unit Satreskrim PPA Polres Bima yang sudah satu bulan lebih lamanya, namun sepertinya masih jalan di tempat.

“Kami yakin dengan didampingi sekaligus dikawal DPPPA serta dibantu rekan- rekan media tentu proses hukumnya akan lebih efektif dan signifikan tidak hanya di tingkat kepolisian saja. Tapi, juga hingga ke pengadilan nantinya,” sebut Denis.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan di ruangan DPPA tadi, DPPA akan akan turun menanyakan progres penanganan PPA yang menyeret nama terduga pelaku yang sempat ditangguhkan (wajib lapor) hingga membuat reaksi spontan keluarga korban membakar ban depan Kantor Polsek Madapangga pada Rabu (2/2/2022) malam.

“Kami pastikan DPPPA turun besok,” jelas Denis.

Denis menegaskan, tindakan PPA menangguhkan (wajib lapor) terduga pelaku kemarin adalah sebuah tindakan yang tidak profesional di dalam menangani perkara cabul.

“Kami tetap mengawal kasus itu hingga adanya kepastian hukumnya,” pungkas Denis. (Habe)

error: Content is protected !!