Hukrim  

Seorang Pemerhati Perempuan & Anak Siap Kawal Kasus Cabul di Madapangga

Foto : Seorang Pemerhati Perempuan dan Anak di Jakarta, Alma (Foto : Ist)

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Seorang Pemerhati Perempuan dan Anak di Jakarta, Alma mengaku siap mengawal proses hukum kasus dugaan pencabulan anak sekolah dasar (SD) yang dilakukan oknum guru berinisial Sfd (44) di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima pada Rabu (8/12/2021) siang.

“Saya siap dan terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polisi Resor (Polres) Bima,” ungkap Alma kepada Lintasrakyatntbnews.com, Sabtu (5/2/2022) dini malam.

Menurut dia, sebagai seorang perempuan sudah barang tentu sangat prihatin mengetahui kejadian mengorbankan anak itu, apalagi terduga pelakunya seorang gurunya sendiri.

“Ya, tindakan terduga pelaku itu bukan lagi di luar kemanusiaan, tetapi tindakan komunis yang mesti diberantas melalui penegakan hukum oleh Polri secara profesional,” tegasnya.

Alma menjelaskan, penegakan hukum secara profesional adalah merupakan prinsip dasar bagi Penyidik, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Pengadilan guna mendapatkan kepastian hukum yang berkeadilan sebagaimana dimaksud pada sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).

“Saya mohon Penyidik, Jaksa dan Pengadilan memberikan hukuman setimpal terhadap terduga tersebut tanpa ada pertimbangan apapun nantinya,” pungkas wanita asal Sumbawa itu.

Ini kronologi pencabulan

Berdasarkan laporan pengaduan orang tua korban pada Rabu (8/12/2021), peristiwa pencabulan berawal korban saat menonton teman- teman lainnya yang bermain di halaman sekolah.

Saat itu juga oknum guru terduga pelaku tersebut memanggil, menyuruh masuk ke ruangan perpustakaan yang kondisinya rusak parah, mengimingi- imingi nilai tinggi, hingga kuat diduga mencabuli korban.

Tak lama kemudian, korban lari keluar pulang ke rumahnya dan menceritakan kejadian yang dialaminya itu.

Orang tua korban yang tak terima perlakuan oknum guru tersebut akhirnya mendampingi korban untuk melaporkan ke pihak berwajib.

“Kami langsung melaporkan ke Unit PPA Polres,” tandas paman korban. (Muhtar Habe)

error: Content is protected !!