Hukrim  

Anak (16) Dianiaya, Pelaku Tidak Ditangkap Polres Jombang

Ket : Korban penganiayaan  (Foto : Ist)

Jombang, Lintasrakyatntbnews.com – Seorang supir truck Hino Lohan FL260 berplat AG 9957 UP (tidak diketahui namanya) yang diduga menganiaya anak di bawah umur (16) asal Banyumas, Jawa Tengah belum diungkap Polres Jombang, Jawa Timur.

Seorang supir yang diketahui beralamat tinggal di Desa Ngerandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang diduga menganiaya anak tersebut di depan Indomaret di Jombang pada 10 Oktober 2020.

Sudah dua tahun lamanya, kasus tersebut jalan ditempat. Menurut keterangan orang tua korban, penyidik selalu beralasan yang tidak normatif.

Salah satunya mengatakan saksi tidak tidak bisa dipaksa. Sementara saksi tidak dipanggil sesaat setelah kejadian itu.

Hal tersebut dikatakan oleh Adi Zamrudi, Advokat Kantor Hukum AZ Law Firm sekaligus Ketua LBH Aspirasi Desa Nasional di Jakarta kepada Lintasrakyatntbnews.com, Sabtu (29/1/2022) sore.

Adi menyayangkan penegakan hukum Unit Sat Reskrim Polres Jombang terhadap kasus yang mengorbankan anak di bawah umur tersebut hingga luka di kepala dan mukanya.

“Kami sayangkan karena kasus yang dilaporkan oleh orang tua korban sudah  setahun lebih sampai sekarang tidak diungkap. Terlihat sekali, kerja mereka tidak profesional,” ungkap Adi.

Dia mempertanyakan apa yang menyulitkan mereka sehingga tidak mampu mengungkap secara terang – benderang? Sedangkan, bukti- bukti hukum di antaranya hasil visum korban.

Belum lagi, orang yang bekerja di Indomaret pun kala korban menghindar dan meminta perlindungan dari pukulan sopir truck itu kan bisa dijadikan saksi.

Kemudian ditambah CCTV yang seharusnya penyidik sudah ambil tidak lama pada saat kejadian, tp ini kan tidak, sudah berapa lama baru di cek..dan tidak ada gambarnya di CCTV, kan ini aneh.

Nah, kalau penyidik profesional, seharusnya dengan informasi dari korban pada saat membuat laporan segera mengecek CCTV dan mencari saksi yang melihat korban dianiaya dengan segera.

“Sehingga dengan hasil keterangan visum dikeluarkan oleh dokter itu saja sudah bisa untuk mengetahui pelaku hingga diseret ke Mapolres Jombang,” jelas Adi.

Sebab, itu tugas dari kepolisian agar bisa menangkap pelaku dengan bukti- bukti yang sudah diinfokan oleh korban sebelumnya saat membuat laporan.

“Ya, itu tugas kepolisian menurut KUHAP dan bukan menurut saya,” ucapnya.

Dia pun meminta Kapolda Jawa Timur untuk membina Polres Jombang, demi menjaga citra Polri di mata masyarakat publik. Terutama dalam hal kasus yang menimpa anak korban yang lemah itu.

“Kami tetap mengawal kasus tersebut dan kemarin kami sudah melayangkan surat pemberitahuan ke Kapolres Jombang yang tembusan mulai Kapolda Jatim, Kapolri, hingga Presiden RI,” pungkas Adi.

Kanit Reskrim (Kanit baru) Polres Jombang, Sumaji diminta tanggapannya atas berita tersebut melalui pesan WhatsAppnya, Sabtu sore, ia menyatakan jika kasus sudah diambil alih oleh Polda Jatim.

“Mohon ijin perkara diambil alih oleh polda Trims,” kata Sumaji.

Disinggung kapan dan kenapa diambil alih, ia pun tidak merespon lagi. Namun, chat yang dilayangkan terlihat dua tanda centang biru. (Habe)

error: Content is protected !!