AMPPIK Aksi, Kades Taloko Siap Selesaikan Fisik Dana Desa 2021

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Kampung (AMPPIK) Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menggelar aksi bakar ban di depan kantor desa setempat, Senin (24/1/2022) pagi.

Aliansi turun aksi terkait pembangunan yang telah menghabiskan 200 lebih juta dana desa (DD) tahun anggaran 2021, karena fisik belum kunjung selesai hingga sekarang.

Dalam orasinya, Hendriawan meminta kades, untuk segera menyelesaikan pembangunan duiker dan talud jalan tani so Lente.

“Apalagi jalan menghabiskan 105 juta dana desa sudah tidak berfungsi lagi. Akibat, jalan sudah menjadi sungai,” ungkap Hendriawan dikutip awak media ini.

Hend sapaan akrabnya juga meminta tanggung jawab kades atas pembangun jalan tani so Nggela, tepatnya di belakang kantor desa), dengan anggaran 105 juta, karena camat tidak merekomendasikan.

 

Terkait hal itu, Hendra menilai BPD tidak memiliki hati nurani dan konspirasi dengan pemdes.

“Ya, BPD dan pemdes konspirasi,” tegasnya.

Sebab, selain itu kata dia, BPD tidak paham tugas dan tupoksinya sebagai badan pengawas yang melekat secara konstitusi.

“Kita sangat kecewa terhadap BPD. Mereka tidak peduli sama sekali. BPD buta dan tidak mau mendengarkan keluh kesah masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, bayangkan saja, BPD tidak pernah melirik persoalan irigasi. Sementara irigasi, adalah bagian program perioritas dana desa, guna menghindari terjadinya gagal panen masyarakat.

Oleh karenanya, sambung dia, aliansi mendesak BPD, untuk segera mengevaluasi segala kinerja pemdes, atas pembangunan tersebut.

“Jika tidak diselesaikan, maka kami akan aksi jilid dua hingga menyegel kantor desa ini,” tutup Hend.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Kasim Jae langsung menuju di atas mimbar aliansi.

Dia mengatakan, pemdes akan menyelesaikan seluruh fisik yang belum diselesaikan dan itu tidak boleh tidak.

“Insyaallah dalam minggu depan, alat akan turun. Semuanya saya selesaikan secepatnya,” ujar Kasim.

Sementara itu, BPD pun menanggapi soal tudingan konspirasi dengan pemdes dialamatkan oleh aliansi.

“Kami tidak benar seperti ditudingkan adik- adik aliansi,” kata Ketua BPD Adnin.

Adnin menjelaskan, terkait masalah yang menjadi substansi tuntutan aliansi hari ini, BPD sudah menyampaikan terlebih dahulu kepada pemdes, agar seluruh fisik pembangunan dada desa yang belum selesai, untuk segera diselesaikan.

Penyampaian tidak hanya secara lisan saja, tapi juga tertulis. Namun, pemdes mengaku akan menyelesaikan dengan secepatnya.

“Kami tetap jalankan tupoksi sesuai undang- undang dan aturan,” ujar Adnin.

Aksi di bawah pengamanan Polsek Sanggar dan Satpol PP berlangsung aman dan kondusif.

Usai tanggapan disertai pembubuhan tanda tangan kades dan unsur muspika kecamatan, massa langsung membubarkan diri secara teratur. (Irfan)

error: Content is protected !!