Kapolsek Ambalawi Beri Materi Penyuluhan Hukum Penghapusan KDRT

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Kapolsek Ambalawi memberikan sosialisasi / penyuluhan hukum terhadap warga masyarakat Desa Ambalawi, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat di aula kantor desa setempat pada Senin (24/1/2022) sekitar pukul 10.30 WITA.

Turut dihadiri Kanit Binmas Polsek Ambalawi Aipda Ardin,
Kades Rite diwakili oleh Sekretaris Desa Rite, Bhabinkamtibmas Desa Rite, Ketua BPD Desa Rite, Anggota BPD, Staf Desa Rite, Toga, Toma, Toda, dan beserta sekitar 25 orang warga.

Kapolsek Ambalawi IPTU Rusdin memaparkan materi masalah penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sesuai UU No. 23 Tahun 2004.

Kapolsek menyampaikan beberapa poin di antaranya bahwa persoalan KDRT memang tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Persoalan tersebut, tidak heran terjadi perselisihan atau kekerasan lebih khusus kekerasan dalam rumah tangga dan pada
umumnya yang menjadi korban adalah kaum perempuan atau isteri warga.

Menurut dia, kekerasan tersebut dapat terjadi ada dipicu ada beberapa faktor, antara lain adalah faktor internal seperti masalah ekonomi suami tidak menafkahi sang suami dan anak atau gaya hidup yang menyimpang.

“Ya, tingkah laku suami suka main judi, mabuk- mabukan, malas bekerja, dan ada juga faktor eksternal yaitu adanya pihak ketiga yang mengganggu hubungan suami isteri,” ujar Kapolsek.

Oleh karena itu, kata Kapolsek, untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga tentu menjadi tanggung jawab semua pihak.

Sebab, karena hal itu dapat berdampak kepada anak- anak dalam lingkup rumah tangga itu sendiri.

Jangan sampai anak- akan menjadi minder di tengah- tengah masyarakat akibat orang tuanya selalu ribut dan melakukan kekerasan.

Tidak hanya itu, bahkan bisa jadi anak-anaknya yang sering menyaksikan kejadian dialami orang tuanya akan ditiru hingga bisa memperlakukan ke teman-teman, karena menganggap hal yang biasa.

“Ya, padahal itu bertentangan dengan aturan yang berlaku,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri khusus dalam lingkungan keluarga rumah tangga, sehingga hidup harmonis didambakan oleh semua keluarga.

Selain itu, Kapolsek juga menghimbau warga yang belum vaksin dosis pertama atau dosis kedua untuk segera vaksin dan mendatangi tempat vaksinasi, guna
menambah imunitas tubuh, tetap mematuhi prokes dalam rangka pengendalian dan pencegahan Covid-19.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemdes dan seluruh lapisan masyarakat khususnya yang telah berpartisipasi menjaga stabilitas kamtibmas dan umumnya warga Kec. Ambalawi,” ucap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, karena hal yang mustahil aparat Kepolisian yang berjalan belasan orang yang ada di Polsek Ambalawi dapat menciptakan keadaan yang kondusif.

“Saya menyampaikan apresiasi terima kasih kepada pemdes yang telah mengadakan penyuluhan hukum untuk warganya ini dan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemdes yang berkaitan masalah keamanan,” ujarnya.

Tanpa partisipasi dan dukungan semua pihak yang ada di Kec. Ambalawi, dan berharap ke depan tetap mengharapkan para pihak untuk menjaga situasi kamtibmas.

“Mudah- mudahan dengan kegiatan yang digelar pemdes ini, dapat lebih menyadarkan kita semua dalam bertindak kekerasan dalam rumah tangga,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Binmas menyampaikan materi UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dia mengatakan, bahwa dengan
perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melanda dunia saat ini.

Hal tersebut berdampak pula kebiasaan sebagian warga/masyarakat yang dengan sengaja melanggar ketentuan/hukum yang ada.

Seperti memiliki, menguasai, menjual, dan mengkonsumsi narkoba yang dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Sehingga masyarakat dengan mudah melakukan perbuatan melanggar hukum seperti berkelahi, hilangnya rasa takut, malu, terjadinya pencurian, dan perkelahian akibat narkoba atau miras,” ujar Kanit Binmas.

Kanit meminta dukungan dan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi kepada aparat kepolisian bila melihat atau mengetahui adanya kegiatan oknum masyarakat yang berkaitan narkoba.

“Sehingga dengan informasi tersebut, kepolisian akan melakukan tindakan hukum berlaku,” jelas Kanit.

Kanit mengharapkan kepada para org tua dan keluarga untuk dapat mengawasi dan mengingatkan anak- anak untuk tidak terlibat narkoba/miras.

Karena anak- anak kita sebagai penerus untuk memajukan bangsa dan negara di masa mendatang,

“Sebab, kalau kelakuan generasi kita buruk, maka yang rugi tidak hanya generasi sendiri, tapi juga bangsa dan negara,” tutup Kanit. (Habe)

error: Content is protected !!