Hukrim  

Penyidik Polsek Sape Akan Limpahkan Tersangka BH Minggu Depan

Foto : Ilustrasi

Lintasrakyatntbnews.com – Penyidik Polsek Sape Sugianto akhirnya menanggapi soal pemberitaan dengan penjudilan berita tersebut (Masuk 5 Bulan Dahlia Dianiaya, Polsek Sape Belum Limpahkan Tersangka BH Ada Apa?). Berita yang telah terbit dan tayang pada Minggu (16/1/2022) pagi tadi.

Sugianto membenarkan jika pihaknya telah diperintahkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raba Bima untuk segera menahan dan melimpahkan berkas tersangka BH.

Tersangka BH asal Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yang diduga kuat menganiaya korban Dahlia asal sama dan telah dilaporkannya pada 18 Agustus 2021 lalu.

Namun, kata Sugi, benar tersangka sudah dipanggil dan berkasnya sudah lengkap, tinggal pelimpahannya saja sambil berkoordinasi dengan jaksanya.

“Kami selalu koordinasi dengan JPU. Mudahan minggu depan ini kami akan serah terima ke jaksa,” ungkap Sugianto saat dikonfirmasi, Minggu dini hari.

Disinggung waktu, Sugi pun menjelaskan, pihaknya memastikan pelimpahan dalam waktu dekat ini.

“Kami tetap limpahkan minggu depan ini,” jelasnya.

Ditanya alasan tidak ditahan tersangka pasca keluar perintah JPU, Sugi menyebut bahwa pihaknya sudah menindak lanjutinya sesuai hasil koordinasi dengan JPU.

“Kami sudah panggil tersangkanya.
Nanti rekan wartawan tunggu saja kabar selanjutnya,” sebutnya.

Dia berharap pihak korban dan mayarakat untuk percayakan ke pihak penyidik, karena berkasnya sudah lengkap dan tidak ada alasan untuk tidak dilimpahkan.

“Mohon untuk sabar dan percayakan ke kami,” pungkas Sugi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPA) Kabupaten Bima meminta Penyidik Polsek Sape segera menahan tersangka BH atas dugaan penganiayaan korban Dahlia asal Desa Rai Oi, Kecamatan Sape yang dilaporkannya pada 18 Agustus 2021.

“Tahan dan limpahkan tersangkanya sekarang juga, apalagi jaksa sudah lama perintahkan penyidik,” tegas Sekjen LPA Syafrien kepada Lintasrakyatntbnews.com, Minggu (16/1/2022) pagi.

Sekjen mengaku, pihaknya sangat prihatin tindakan penyidik, karena kasus yang memasuki 5 bulan dengan bulan ini belum dilimpahkan dan patut dipertanyakan ada apa?.

“Kami selaku pemerhati perempuan dan anak mendesak sejak kemarin. Tapi anehnya sampai hari ini belum pelimpahan ke kejaksaan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebelumnya bersama rombongan Dinas DP3AKB dan LPA Kab.Bima 2 kali ke polsek dan mengunjungi korban berdasarkan pengaduan korban dan keluarganya (mendatangi kantor DP3AKB).

“Insyaallah dalam waktu dekat, kita datangi JPU. Kasusnya terkesan lambat sekali,” terangnya.

Dia berharap jangan ada yang main-main dalam hal kasus kekerasan perempuan dan anak.

Sedangkan, untuk masyarakat jauhi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Lindungi mereka sebagaimana melindungi istri dan anak kita sendiri,” pungkas Syafrien.

Sementara itu, Kanit Penyidik Khunto yang dikonfirmasi melaui pesan WhatsAppnya untuk dimintai tanggapan atas berita tersebut belum bisa.

Pesan yang dilayangkan belum terlihat dua tanda centang biru. (Habe)

 

error: Content is protected !!