Hukrim  

Oknum Kades Oi Tui Wera Dilapor ke Unit PPA Polres Bima Kota

Foto : Ilustrasi

Bima, Lintasrakyatntbnews.com– Oknum Kepala Desa Oi Tui, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima berinisial SDM alias One (45) dilaporkan dugaan persetubuhan terhadap seorang anak di bawah umur (15) ke Unit PPA Polres Bima Kota, Kamis (13/1/2022) pagi.

Oknum Kades dilaporkan oleh orang tua korban dari seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 di salah satu SMA di Kota Bima sebut saja “Melati” (bukan namanya)

Orang tua korban mengatakan, pihak keluarga melaporkan oknum Kades ke PPA tersebut agar dapat diproses hingga adanya kepastian hukum oleh kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan.

“Kami lapor secara resmi dan tidak ada kata damai. Kasus ini harus dituntaskan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata orang tua korban kepada wartawan, Kamis (13/1).

Sebelumnya, terkuaknya dugaan persetubuhan anak di bawah umur ini, melalui hasil chattingan pada messenger antara korban dengan oknum Kades One itu.

Chattingan keduanya berisikan perbincangan yang dinilai tak wajar. Celakanya, hasil chattingan keduanya itu beredar luas pada WhatsApp Group (WAG) yang diduga dilakukan seseorang yang hingga detik ini masih ditelusuri Polisi.

Korban diduga disetubuhi oknum kades sejak Oktober 2021. Sebanyak dua kali diperlakukan oknum Kades pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sama.

Secara terpisah, Kapolres Bima Kota Henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim Muhamad Rayendra membenarkan bahwa kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban kepada pihaknya pada Kamis, (13/1).

“Ya, kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua “Melati” dan terlapornya adalah oknum Kades Oi Tui itu,” kata Kasat Reskrim kepada wartawan.

Dia menambahkan, Penyidik Unit PPA tengah memroses dugaan persetubuhan ini dengan memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan korban, olah TKP, dan serta lainnya.

“Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan luar biasa (ekstra ordinary crime). Sehingga penanganannya menjadi atensi dan mutlak untuk dilakukan secara serius,” pungkasnya. (Habe)

error: Content is protected !!