Hukrim  

Berkas Lengkap, Penyidik Siap Limpahkan Perkara Sam ke Kejaksaan

Dompu, Lintasrakyatntbnews.com – Sat Reskrim Polres Dompu berhasil mengungkap kasus investasi bodong dengan omset miliaran rupiah. Satu orang perempuan inisial Sam telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Kita sudah tetapkan Sam sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Kota Dompu sebagai titipan Polres Dompu dan berkasnya sudah rampung,” ungkap Kasat Reskrim Polres Dompu Adhar pada wartawan Rabu (5/1/2022).

Adhar mengatakan, 11 orang menjadi korban dalam kasus investasi bodong ini dengan kerugian mencapai ratusan juta per orang. Kasus penipuan investasi ini mulai dijalankan pada Juni 2021 lalu.

“Ada 11 orang korban dengan kerugian mulai dari puluhan juta, Rp 300 juta bahkan sampai Rp 700 juta. Hingga kerugian korban mencapai Rp 1,3 miliar,” jelasnya.

Dalam modus operandinya, sambung Adhar, tersangka mengajak para korban untuk investasi berkedok arisan duos dengan tawaran investasi Rp 50 juta akan mendapatkan keuntungan sampai Rp 70 juta dalam waktu 7 hari.

Menurut Adhar, untuk meyakinkan para korban, tersangka menawarkan keuntungan yang lebih besar dari uang hasil investasi. Tersangka mengakui dirinya sebagai admin yang telah bekerja sama dengan perusahaan pembangunan BTN dan gudang-gudang pemilik bahan bangunan.

“Ya, sehingga para korban lebih banyak dan semakin tergiur,” sebut Adhar.

Adhar menjelaskan, awalnya permainan tersebut lancar dengan get standar, namun setelah tersangka merayu korban dengan iming-iming investasi besar dan menambahkan sejumlah uang investasi akhirnya korban mengirim uang sebesar yang diminta tersangka.

“Ya, pada saat get atau jatuh tempo yang dijanjikan tersangka, tersangka tidak dapat mengirim uang-uang kepada korban,” jelas Adhar.

Dia menambahkan, kasus ini terbongkar setelah para korban curiga dengan sikap tersangka yang tak kunjung mengembalikan uang mereka.

“Ya, akibat itu akhirnya korban laporkan dan ditangani pihak kepolisian,” pungkas Adhar.

Sementara itu, salah seorang korban melalui kuasa hukumnya Awan Darmawan mengungkap, kliennya berinisial ER merugi hingga Rp 800 juta akibat investasi bodong yang dijalankan tersangka Sam.

“Klien kami jadi korban sampai Rp 800 juta, sehingga kami laporkan ke Polres Dompu dan sekarang masih dalam tahap penanganan polres,” kata Awam Darmawan.

Dia mengatakan, tersangka mengajak ER untuk berinvestasi pada proyek pembangunan BTN yang berlokasi di dekat pusat perbelanjaan Episentrum Mall Kota Mataram.

“Untuk meyakinkan, tersangka memberikan bukti sertifikat tanah lokasi pembangunan,” ujar Awan.

Awan menyebut, kliennya kenal tersangka melalui temannya yang juga jadi korban. Diajak untuk investasi berkedok untuk pembangunan rumah.

“Ya, demi melancarkan tipu muslihatnya, tersangka memberikan bukti foto sertifikat lokasi belakang episentrum Mataram seluas 16 are Keuntungan yang dijanjikan Rp 40-50 juta dalam waktu seminggu,” tutup Awan. (*)

 

error: Content is protected !!