News  

Pulang Berlibur, Pasutri di Dompu Temukan Hasri Tewas

Dompu, Lintasrakyatntbnews.com- Sepasang suami istri sepulang berlibur ke pantai menemukan pria Hasri H Yakub (71) sudah tidak bernyawa dalam kamar mandi rumahnya pada Minggu (5/12/2021) sekitar pukul 12.00 WITA siang.

Pasutri tersebut yakni Nunung Ahmad (32) dan Ari Hariawan (32) asal Lingkungan 1, Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Nunung yang sehari- harinya mengurus sang ayah tirinya (Hasri H Yakub–red) bertekad meninggalkan dia sendiri di rumahnya guna berekreasi bersama suaminya menghilangkan penat di pantai Ngampa, Kecamatan Huu.

Sekitar pukul 15.40 WITA sore, keduanya pun pulang dan sesampainya di rumah melihat situasi rumahnya sepi karena sang ayah tirinya pun tidak terlihat.

Akibat suami Nunung merasa sakit perut, lalu menuju kamar mandi. Namun, kamar mandi terkunci dalamnya. Setelah mengetuk pintu, tidak ada jawaban akhirnya membuka paksa dengan obeng.

Setelah pintu kamar mandi terbuka, Ahmad menemukan sesosok sang mertua tirinya tergeletak tanpa busana dan Ahmad pun sontak memberitahukan istri dan warga sektiar hingga melaporkan ke Polsek Woja.

Menindak lanjuti informasi yang diterima Kapolsek Woja Zainal Arifin bersama anggota Bhabinkamtibmas dan Babisa setempat membantu tim identifikasi Polres Dompu menuju lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan data olah TKP awal dan keterangan dari saksi – saksi, Kapolsek menyarankan kepada pihak keluarga agar dilakukan visum

“Sebelum dilakukan pemakaman sebaiknya kita lakukan visum untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya almarhum ini,” ungkap Kapolsek Zainal.

Meski disarankan visum, namun anak kandungnya Herman yang tinggal di Dusun Tirta Mengi, Desa Riwo, Kecamatan Woja pun menolaknya.

“Ya, sesuai permintaan anak kandungnya, visum tidak dilakukan dan kami langsung suruh buatkan surat pernyataan untuk tidak menuntut kepada siapapun serta mengikhlaskan meninggalnya almarhum sebagai takdir atau ajal,” jelas Zainal.

Setelah itu, tambah Zainal, usai membuat dan membubuhi tanda tangan surat pernyataannya, lalu anak kandung membawa jenazah ke Dusun Tirta Mengi, Desa Riwo menggunakan mobil ambulance Desa Riwo dan rencananya akan dimakamkan di TPU Desa Riwo. (Fend)

error: Content is protected !!