News  

Siswa SMPN 4 Sanggar Kaki Pincang dan Telinga Terganggu Tekad Tinggi Bersekolah, Keluarga Harap Ada Alat Bantu

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Imam Mahnun (14) yang merupakan putra dari pasangan suami istri (pasutri) Ikraman dan Junari asal RT.06/ RW.03, Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat diketahui kaki sebelah kiri pincang juga telinganya agak terganggu pendengarannya sungguh memprihatinkan.

Anak yang baru menduduki di bangku kelas satu di SMPN 4 Sanggar dari buah hati pasangan suami istri (pasturi) Ikraman dan Junari itu memiliki tekad tinggi melanjut pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Hal itu diungkapkan sang ayahnya bernama Ikraman ke awak media Lintasrakyatntbnews.com pada Senin (8/11/2021) siang tadi.

Ikraman mengatakan, kondisi kakinya memang sejak lahir. Sedangkan soal pendengarannya diketahui setelah menginjak usia SD.

Meski demikian, tekad anak sangat tinggi untuk bersekolah tidak hanya sampai SMP, tapi hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Ya, kami pun tetap dukung, support walau kehidupan ekonomi tidak mampu,” ujarnya.

Dengan tekad anak untuk bersekolah, kata dia, sangat mengharapkan ada kepekaan pemerintah daerah, provinsi, terlebih pemerintah pusat, walau bantuan alakadar berupa alat untuk membantu pendengaran anak dalam beraktivitas di sekolah.

“Semoga anak kami dapat dibantu alakadar alat yang bisa membantu pendengarannya, agar ilmu yang diterapkan gurunya bisa didengar dan diterima dengan utuh,” harapnya.

Dia menambahkan, memang sekitar 4 tahun yang lalu, ada datang pemerintah desa mendokumentasikan kondisi anak di rumah, namun apa tujuannya tidak disampaikan.

“Ya, pihak pemdes turun kala itu, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutinya,” pungkas Ikraman. (Fen)

error: Content is protected !!