News  

Lantaran Cuitan Soal Tramadol, Van Barat Dipanggil Polsek Madapangga

 

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Imam Juardi asal Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat memenuhi panggilan Unit Reskrim Polsek Madapangga pada Sabtu, 5 Oktober 2021 pagi.

Imam yang didampingi pengacara Seto dari LBH Bintang dan didukung oleh sejumlah pemuda, dan anggota wartawan hadir memberi keterangan terkait delicti Undang- undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Atas Perubahan Undang-undang Nomor 11Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE).

Imam sebelumnya, dilaporkan oleh Pemerintahan Desa Mpuri Muhammad lantaran cuitannya di media sosial melalui akun facebooknya Imam Juardi yang dikomentari sebanyak 10 netizen, disukai 25 netizen, dan sebanyak 26 kali dibagikan pada peristiwa beberapa bulan yang lalu.

Isi cuitannya yakni (Pemerintah desa puri saja tutup mata dengan maraknya mafia penjualan tramadol di desampuri kecematan madapangga kabupaten bima.

Apakah pemerintah banggah dengan desa yang sudah masuk jonah merah tramadol…..??

 

Pemerintah desa mpuri peran aktif.

BPD peran aktif.

Polres Bima Kota

Polres Kabupaten Bima

Dit Resrimsus Polda Ntb

Ditresnarkoba Polda Ntb

Polres Dompu

Selamatkan generasi.

Kalau bukan kita siapa lagi👍

Silakan seret penjual tramadol).

Van Barat sapaan akrabnya itu mengaku, kehadirannya atas panggilan Polsek Madapangga hari ini adalah bentuk kooperatif dan kesadaran intelektual atas proses hukum berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini.

“Saya hadir bukan karena takut atas laporan kades, tapi saya hadir karena taat, patuh, dan tunduk atas hukum,” ungkapnya ke awak media usai memberikan klarifikasi soal laporan itu di penyidik, Jumat.

Dia menjelaskan, meski cuitan dilakukan secara sadar dan bersifat mengingatkan pemerintah desanya agar mengambil tindakan preventif atau pencegahan akibat maraknya peredaran tramadol di tengah-tengah kehidupan generasi, namun tetap bersikap kooperatif untuk mengikuti proses hukum dilaporkan oleh Muhammadi kaur pemerintahan desa mpuri.

“Kita hormati dan dukung sepenuhnya dalam proses hukumnya serta biarkan fakta hukum sendiri yang menentukannya nanti,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Kapolsek Madapangga IPTU Ruslan belum dikonfirmasi. (Red)

error: Content is protected !!