News  

Bupati Bima Monitor Vaksinasi SMPN 2 Madapangga, Petugas Tidak Profesional 

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Bupati Bima Indah Dhamyanti Putri turun memonitoring program vaksinasi siswa-siswi SMPN 2 Madapangga dan warga masyarakat Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat di Aula SMPN setempat pada Selasa, 2 Oktober 2021 pagi.

Bupati mengatakan, monitor vaksinasi tahap pertama SMP ini guna memastikan proses pelaksanaan hingga capaian target vaksinasi per hari sesuai ditentukan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

“Ya, capaian ditargetkan 700 vaksin, jika kita lihat tadi justru lebih dari angka ditargetkan,” ungkap Dinda kepada Lintasrakyatntbnewsmcom saat hendak bergegas pulang dari lokasi.

Dia mengaku, tidak hanya siswa-siswi sekolah ini, juga warga masyarakat Woro sangat antusias hadir mengikuti vaksinasi yang ditentukan pemerintah sebagai langkah preventif atau pencegahan terhadap penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

“Ya, capaian ini semua tidak lepas eksistensinya pemdes dan jajarannya serta elemen dan komponen lain di desanya. Kades Woro luar biasa dan patut diapresiasi,” sebutnya.

Dinda berharap, mohon semua pihak untuk membantu pemerintah agar di dalam upaya memutus mata rantai COVID-19 terus dilakukan secara masif sampai pandemi ini berakhir.

“Ya, harapan itu semua mustahil tercapai jika kita tidak kerja keras dan bersinergi. Dengan itu saya mengajak semua pihak terus dukung program vaksinasi,” harapnya.

Dinda pun menambahkan, soal adanya petugas yang tidak menyarankan peserta yang sudah divaksin untuk tidak meninggalkan lokasi selama 30 menit seperti ditanyakan media Lintasrakyatntbnews.com ini, itu hanya bentuk sikap spontan siswa-siswi saja.

“Ya, itu hanya spontanitas mereka saja karena petugas tentu tindak sesuai Standar Prosedur Penanganan (SOP) COVID-19,” pungkas Dinda.

Pantauan media ini, kendati demikian, proses vaksinasi sedang berlangsung ini tampak tindakan petugas Puskesmas Madapangga (Tim Vaksinator) tidak profesional.

Selain soal berkerumun, terlebih petugas tidak meminta peserta untuk tidak langsung meninggalkan lapangan selama 15- 30 menit setelah disuntik vaksin, guna memastikan efek dari suntik vaksin itu. Namun, justru petugas membiarkannya sembari mengejar capaian vaksin.

Hingga berita ini diturunkan, proses vaksinasi masih berlangsung seperti semula. (Habe)

 

error: Content is protected !!