News  

Ahmad Tuntut PT SMS Atasi Limbah, Departemen Pengawas Tanggapi

Foto : Ahmad berbaju lengan panjang putih

DOMPU, LINTASRAKYATNTBNews.com – Warga Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mendatangi PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) pada Rabu, 27 Oktober 2021 pagi.

Kedatangan Ahmad meminta Kepala Departemen Pengawasan PT tersebut untuk segera melakukan berbagai upaya di dalam mengatasi limbah sekitar lokasi PT, agar tidak kececeran luar ke pemukiman warga.

“Ya, kalau Anda tidak mampu berupaya, maka sebaiknya angkat kaki dari desa kami ini,” tegas Ahmad, dalam ruangan PT.

Menurut dia, permintaan tersebut, karena masih terdapat limbah di PT tercecer hingga keluar di lingkungan warga. Intinya pihak PT harus lakukan upaya.

“Jika tidak, maka saya akan bawa masyarakat untuk mengusir Anda, dan masih banyak orang lain yang bisa gantikan Anda kok,” pungkas Ahmad.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Perusahan PT SMS menyatakan pihaknya memastikan tidak ada limbah cair di sekitar lokasi PT yang keluar ke lingkungan warga.

“Ya, kami pastikan itu, karena kami telah lakukan berbagai cara sesuai teknis penanganan limbah,” ungkap Ahmad, mewakili PT tersebut ke awak media ini di ruangan meeting, Rabu (27/10/2021) pagi.

Menurut dia, limbah cair telah diolah dan ditampung, limbah padat sisa olah tebu atau ampas tebu (blotong) telah siolah sebagai penambah batu bara untuk pembakaran produksi.

Sedangkan bau limbah sedang ditangani dengan menaburkan obat pada sisa limbah yang ada supaya tidak berbau lagi.

“Ya, sudah tidak ada lagi air limbah yang mengalir di luar PT SMS,” kata Kepala Departemen Pengawasan PT.

Dia berharap semoga semua stakeholder terkait di Pekat ini tetap bersinergi dalam membantu keberlangsungan PT SMS ini. Sebab, tanpa dukungan semua pihak tentu mustahil PT bisa berbuat untuk meningkatkan produktivitas karyawan pun masyarakat.

“Jika ada miskomunikasi, mari kita duduk diskusikan solusinya, kami siap melayani bagi siapapun untuk hal itu semua,” harapnya. ( Kopra/Sumantri).

 

 

error: Content is protected !!