News  

Dua Pelaku Pembobol ATM Diringkus Jatarnas Kasat Reskrim Polresta

Foto : Dua terduga pelaku bobol ATM

PONTIANAK KALBAR, LINTASRAKYATNTBNews.com – Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak Kota mengamankan 2 terduga pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jalan M. Sohor, Pontianak Selatan, Rabu (27/10/2021).

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Andi Herindra melalui Kasat Reskrim AKP Indra Asrianto mengungkapkan penangkapan berawal dari laporan masyarakat bahwa ada 2 ( dua ) orang terduga pelaku bobol Mesin ATM yang sudah diamankan oleh masyarakat di Jalan M. Sohor Kec. Pontianak Selatan.

Pihkanya menerima laporan bahwa warga telah mengamankan 2 (dua) orang yang diduga sebagai terduga pelaku pembobol ATM BRI yang terletak di Jalan M. Sohor, lalu Tim Jatanras dibantu dengan personil lain mendatangi TKP.

“Ya, setiba di lokasi, tim berhasil meringkus dan membawa terduga pelaku tersebut ke Polresta Pontianak Kota untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kasat Reskrim Indra.

Menurut Indra, modus pelaku yaitu dengan cara memasukan kartu ATM, setelah mesin bekerja, pelaku mencabut colokan listrik mesin ATM, kemudian pelaku mencongkel mesin ATM tersebut dan menarik paksa uang dari mesin ATM.

“Kami amankan 2 pelaku dengan inisial A als I (40 tahun) ber KTP Tanggerang dan RS als K (33 tahun) ber KTP Kabupaten Tanggamus,” kata Indra.

Dia menyebut hasil introgasi singkat, pelaku mengaku berjumlah 3 ( tiga ) orang yang pada saat di TKP, TSK an. B berhasil melarikan diri dan sedang dalam pengejaran petugas. Ada beberapa tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kalbar pelaku melakukan pembobolan,

Pihaknya, sambung dia, terus lakukan pengembangan, sementara kerugian masih akan diakumulasikan karena dalam keterangannya, para terduga pelaku ini mengakui telah membobol di ATM lainnya di Jalan H.R.A. Rahman Kecamatan Pontianak Barat ( ATM Swalayan Mitra Anda ) sekitar pukul 14.00 WIB dan di kota Singkawang (ATM BRI Rindam) sebanyak 2 (dua) kali“, pungkas Kasat Reskrim Indra.

Akibat perbuatannya itu, tambahnya, para terduga pelaku harus berhadapan dengan hukum.

“Mereka disangkakan melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun,” pungkas Indra. (Gunawan)

error: Content is protected !!