News  

Anggota BPD Tonda Irfan : Mutasi Guru SDN Tonda Anwar Dendam Politik

Foto : Irfan

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com –Irfan (36), seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menyatakan mutasi guru SDN Tonda Anwar Abdollah oleh Bupati Bima Indah Dhamyanti Putri baru-baru ini kuat diduga dendam politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bima tahun 2020 lalu.

“Ya, itu kuat diduga dendam politik,” kata Irfan, ke awak media di Tonda, Minggu (24/10/2021) siang.

Menurut dia, dugaan tersebut menguak adanya surat keputusan (SK) keluar pada Senin (11/10), namun SK tersebut diserahkan pada Kamis ( 21/10), dan itu sangat tidak bisa diterima secara logika atau akal sehat oleh masyarakat Tonda.

“Ya, itu tidak bisa diterima dengan akal sehat kami. Sehingga itulah mendasar kuat dugaan kami karena dendam politik,” ujarnya.

Jika tidak dengan dendam politik, sambung dia, maka hal mustahil SK yang bersangkutan tersebut tidak diserahkan saja sesuai tanggal SK-nya.

“Ini kan pembodohan publik yang kemudian disetting jauh sebelum, atas kekuasaan bupati agar menindas guru yang berkompeten itu,” sebutnya.

Ironisnya, itu sangat tampak disetting, tambah dia, jika dilihat penyerahan SK tersebut setelah Anwar menyelesaikan seluruh administrasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kalau tidak dendam politik, kenapa harus tunggu Anwar selesaikan penandatanganan dana BOS tersebut. Ini memang benar-benar kejam,” tegasnya.

Dia mempertanyakan, jika kebijakan bupati selalu erat kaitan dengan politik yang kina hari kian menjamu di bawah pemerintahan Indah Dhamyanti Putri ini, lantas mau dikemanakan sistem pendidikan?

“Ya, itu khususnya pendidikan di Tonda, dan ini sangat menciderai generasi pendidikan yang berkelanjutan. Bahkan bukan membuat sistem pendidikan selangkah lebih maju, namun akan jauh lebih mundur,” pungkas Irfan.

Sementara itu, Bupati Bima Indah Dhamyanti Putri belum dikonfirmasi, dan masih diupaya konfirmasi untuk perimbangan berita tersebut. (Habe)

 

error: Content is protected !!