News  

Pengadilan Agama Dompu Turun Isbat Nikah Massal Warga di Pekat

DOMPU, LINTASRAKYATNTBNews.com – Pengadilan Agama (PA) Dompu turun isbat nikah massal warga di Aula Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (22/10/2021) pagi.

Sebelumnya, Pengadilan Agama Dompu tersebut telah mensosialisasikan terkait tata cara dan persyaratan administrasi pernikahan sebagai dimaksud dalam ketentuan UU No 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan.

Tercatat 34 warga Soritatanga dan 45 warga Doropeti yang menikah di tahun 2017 telah diisbatkan oleh Pengadilan Agama Dompu. Sedangkan warga yang menikah di atas tahun 2017 diinstruksikan untuk menikah di Kantor Kementerian Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pekat.

Menurut Pengadilan Agama Dompu, pihaknya melakukan isbat nikah tersebut selain mempermudah warga mendapatkan buku nikahnya, terlebih lagi menghindari praktek pungutan liar dalam proses pernikahan warga.

“Ya, baik warta yang hendak ingin diisbatkan nikahnya, maupun yang hendak menikah di Kantor Kementerian Urusan Agama (KUA) Pekat,” kata PA Dompu.

Pengadilan pun menyampaikan bahwa bagi warga yang nikahnya tahun 2017, maka dapat mengikuti isbat nikah massal dan yang nikah di atas 2017, menikah di KUA setempat.

“Ya, sosialisasi ini penting dan efektif mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki buku nikah atau akta nikah dari KUA setempat,” ujarnya.

Dia menambahkan, masyarakat di Kecamatan Pekat ini sangat antusias hingga memadati aula kantor desa ini seolah tidak sabar menunggu untuk mendapatkan buku nikah.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat dalam menghadiri program ini luar bisa, kami pun sangat apresiasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Doropeti menyampaikan sambutannya bahwa sosialisasi sekaligus isbat nikah massal oleh Pengadilan Agama di hadapan masyarakat ini adalah berkaitan dengan isbat nikah.

“Ya, yang tentunya pada saatnya nanti akan diuraikan oleh PA. Saya sekelumit sampaikan sambutan saja karena sosialisasi ini adalah hasil koordinasi, kerja sama dan sinergitas pemdes dengan PA,” kata Kades…?

Menurut dia, sosialisasi di tengah-tengah warga adalah penting agar warga yang belum memiliki buku nikah dapat teratasi dengan cepat.

Kegiatan ini atas kerja sinergitas dan sinergitas pemerintahan desa, pemerintahan kecamatan dan Pengadilan Agama Dompu yang juga dibantu oleh anggota Koramil dan Polsek Pekat. Sebab, tanpa pelibatan semua stakeholder terkait, tentu program ini tidak akan bisa berjalan.

“Semoga program ini berjalan sesuai harapan bersama agar tidak ada lagi warga kita yang mengeluh atas buku nikah atau akta nikah tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, masyarakat mengaku dengan turunnya Pengadilan Agama Dompu di tengah-tengah masyarakat adalah sangat membatu beban masyarakat sendiri. Terutama sekali kaitan dengan administrasi untuk mendapat buku nikah sangat terjangkau karena hanya Rp350 ribu.

“Ini sangat membantu kebutuhan kita saat-sekarang apalagi kita menghadapi COVID-19. Kalau nikah di KUA, biayanya Rp 600.000,” ungkap warga.

Menurut warga, ini adalah bentuk kerja sama yang baik oleh kepala desa dan aparatur serta jajarannya BPD patut diacungi jempol.

“Kita apresiasi pemerintah desa dan jajarannya karena bisa menjeput program untuk meringankan beban kami masyarakat,” ujarnya. ( Kopra/ Sumantri)

 

 

error: Content is protected !!