News  

Puluhan Mahasiswa dan Pemuda Tergabung dalam Lapas NTB Unras Soal KUR di Kab Bima

 

MATARAM, LINTASRAKYATNTBNews.com –Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi (Lapas) Nusa Tenggara Barat unjuk rasa di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB pada Kamis (21/10/2021) pagi.

Aksi tersebut terkait dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani masyarakat untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sebagaimana diprogramkan oleh Presiden Jokowi- Ma’aruf.

Aksi digaungkan karena pihak Lapas tersebut menduga BANK BNI Cabang Bima mempersulit pencairan untuk kebutuhan masyarakat tani di Kabupaten Bima.

Sementara, menurut Lapas, seluruh syarat administrasi petani telah dipenuhinya. Namun sampai hari ini tak BANK BNI tidak mencairkan dana tersebut.

Sementara Koordinator Lapangan Juwaedin dalam orasinya mengatakan, para petani di Kabupaten Bima yang mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) di BANK BNI Cabang Bima dipersulit proses pencairannya.

“Ya, memang dipersulit sehingga kami turun aksi hari ini,” kata Juwaedin.

Juwaedin menegaskan, para petani harus dilayani dengan serius oleh BANK BNI Cabang Bima terkait dana KUR tersebut.

“Ya, jangan sampai petani di Kabupaten Bima gagal bercocok tanam gara-gara dananya tidak dicairkan oleh BANK BNI Cabang Bima,” tegas Juwaedin.

Dia menambahkan, hasil temuannya di lapangan bahwa banyak nasabah (petani) yang lancar bayar KUR tersebut, tapi dipersulit oleh BANK BNI Cabang Bima.

“Ya, pencairan dipersulit tanpa alasan yang jelas oleh pihak BNI,” pungkas Juwaedin.

Orator Adi Alfaisal mempertanyakan OJK Provinsi NTB terkait KUR di Kabupaten Bima yang menurutnya sampai hari belum dicairkan oleh BANK BNI Cabang Bima.

“Ya, KUR di Kab Bima belum cair sampai hai ini. Sementara sebentar lagi para petaninya akan cocok tanam karena mengingat musim hujan sudah tiba,” ungkap Adi.

Adi mendesak OJK tersebut untuk segera panggil Kepala BANK BNI Cabang Bima agar persoalan KUR ini diklarifikasi sehingga tidak ada lagi tanda tanya di masyarakat.

“Kami minta OJK klarifikasi Kepala BANK BNI Cabang Bima terkait pencairan dana KUR tersebut,” jelas Adi.

Dia menegaskan, kalau tidak segera dipanggil dalam waktu dekat ini, maka pihaknya akan kembali unjuk rasa di depan Kantor OJK ini.

“Kami aksi dan kawal kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan OJK Provinsi NTB yang menanggapi aksi mengatakan, BANK BNI Cabang Bima masih melakukan seleksi terhadap nasabah yang mengajukan KUR.

Saat ini, sambung dia, pihak BNI selektif betul. Jadi, BNI saat ini sedang klarifikasi dan kalau bahasa Bimanya, yakni Lembo ade wa’u (Lebar hati dulu).

“Kami akan panggil Kepala BANK BNI Cabang Bima. Tapi, teman-teman Lapas harus bersurat ke kita dulu agar ada dasar kita,” ujarnya.

Adapun tuntutan Lapas yakni : Meminta Kepada BANK BNI Cabang Bima untuk segera mencairkan dana KUR di Kabupaten Bima. Copot Kepala BANK BNI Cabang Bima dan Direktur Utama PT BANK BNI karena dinilai gagal menjalankan tugasnya. Meminta dan mendesak Kementerian Pertanian untuk segera putuskan kerja sama dengan PT BANK BNI terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, Kepala BANK BNI Cabang Bima masih diupayakan konfirmasi. (Red)

error: Content is protected !!