News  

Tuntut PT PHP Kembalikan Tanah Adat, Masyarakat Nagari Kapar Demo Istana

JAKARTA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Lebih dari 100 orang masyarakat Nagari Kapar, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terlihat berkumpul di Lapangan Monas pada Kamis (21/10/2021).

Ketua Rombongan, Arief mengatakan sebelumnya, massa hadir menggunakan 3 bis besar carteran menuju Istana Negara Jakarta, untuk menuntut penyelesaian sengketa perkebunan sawit PT PHP yang sudah menggunakan tanah adat masyarakat Kapar selama ini.

“Ya, inti tuntutan kami adalah PT tersebut harus mengembalikan tanah adat karena HGU perusahaan sudah habis. Terlebih perusahaan PT-nya yang menghampar dan sudah berbuat curang, serta melanggar kesepakatan,” kata Arief dalam wawancara awak media ini di lapangan, Rabu.

Menurut Arief, tujuan massa sampai rela menggunakan bis carteran tersebut adalah untuk mengadukan nasib masyarakat Kapar. Terlebih meminta bantuan Presiden Jokowi.

“Ya, agar aspiraai kebenaran masyarakat Kapar dapat terdengar hingga diselesaikan oleh Presiden Jokowi,” ujarnya.

Arief menjelaskan kasus rinci lainnya yang diminta diselesaikan adalah soal plasma, caplok lahan masyarakat, tergilasnya fasilitas umum dan tidak mematuhi komitmen yang disepakati antara perusahaan dengan masyarakat setempat.

“Ya, masyarakat sudah muak dengan ulah dan perlakuan perusahaan yang ada di Pasaman Barat itu,” jelas Arief.

Arief menambahkan perlakuan PT sudah melampui batas dan masyarakat sudah tak tahan lagi dengan itu. Mereka sudah berkali kali menyampaikan suara mereka kepada perusahaan, pejabat setempat dan bahkan sudah menyurati pejabat yang berwenang lainnya di tingkat daerah dan pusat. Namun belum berhasil.

Puncak ikhtiar mereka adalah ke Istana Negara. Tapi titik tuntutan mereka agar tanah adat dikembalikan ke masyarakat.

Informasi lain yang mengatakan HGU boleh diperpanjang, namun yang terjadi pihak PT curang karena tidak satupun pucuk adat dan masyarakat yang tahu akan hal itu.

“Ya, ironisnya pihak PT malah sudah menanam sawit di tengah malam tanpa sepengetahuan masyarakat,” pungkas Arief. ( Zulfa / Ana)

error: Content is protected !!