News  

Pemdes Woro Gelar Maulid Sekaligus Peresmian Gedung MTQ

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Pemerintah Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Nurul Hidayah Desa setempat pada Rabu (20/10/2021) malam.

Peringatan Maulid Nabi yang jatuh pada Selasa (19/10) dan telah bergeser ke Rabu (20/10), 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, dan bertepatan Tahun Masehi sekaligus peresmian gedung MTQ desa tersebut turut dihadiri BPD Woro, Sekcam, Kasi Trantib, Satpol PP, PHBI, MUI Kecamatan Madapangga.

Selain itu, tampak juga rombongan Penceramah, Qari Syahril H Yunus dan Qariah Nurul Hidayati sejarah maulid, Ketua RT, Toma, Toga, Toda, Towa, Polsek Madapangga (Bhabinkamtibmas Desa Woro), Koramil 1608-02/Bolo (Babinsa Desa Woro) serta ratusan masyarakat Desa Woro memadati arena maulid.

Sebelum acara peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW Nurul Hidayah disi dengan senandung syair- syair religi group Marawis Desa Woro di bawah asuhan Ketua TP-PKK Desa Woro Nurhayati hingga memukau semua kalangan yang hadir.

Kemudian tidak asing lagi lantunan qalam Ilahi dari kedua qari/ qariah yang begitu indah nan merdu seolah suasana terasa sunyi di malam hari.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Woro Abdul Farid menyampaikan bahwa pihaknya sengaja menggelar perayaan maulid di gedung MTQ yang dibangun secara permanen tersebut.

“Ya, kami sengaja gelar perayaan maulid di gedung ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa malam ini juga peresmian pembangunan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) sekitar Rp100 lebih juta lebih tahun 2021,” ungkapnya.

Abdu Farid menyebut pihaknya tetap bersinergi dengan semua stakeholder terkait dalam membangun desa dipimpinnya.

“Ya, karena tanpa sinergitas, maka kami mustahil bisa mewujudkan itu semua,” tutupnya.

Sementara itu, Penceramah Sahbudin menyampaikan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seperti diselenggarakan Pemdes Woro ini.

Menurut dia, perkara maulid terdapat pro- kontra di tengah- tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Perayaan maulid seperti digelar bersama masyarakat Desa Woro malam ini memang tidak ada perintah. Baik dalam Al-Quran maupun Hadits, dan bisa dilihat mulai dari Surat Alfatihah sampai Surat Al-Ikhlas.

“Ya, semuanya tidak ada perintah. Meski tidak diperintahkan apakah maulid hukumnya haram? Tidak. Kenapa? Karena perayaan maulid adalah salah satu wujud cinta kita atas perjuangan Baginda Muhammad SAW dalam menyiarkan agama tali Allah ( Islam),” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa dengan dasar kecintaan itu sehingga perayaan maulid bukan perkara yang haram jika diperingati seperti malam hari ini, yang walau sebenarnya perayaan sesuai di kalender nasional, Selasa malam kemarin, namun karena hari liburnya memang bergeser ke malam ini.

Perubahan libur ini telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Ya, perubahan libur itu dikarenakan situasi pandemi yang masih berlangsung, guna mengantisipasi klaster penyebaran baru COVID-19 dan long weekend. Itu yang saya kutip dari berbagai pemberitaan media,” sebutnya.

Dia tidak merinci, namun dia menguraikan bahwa menurut salah satu penulis buku sejarah tentang 1000 pemimpin hebat di dunia yang pernah dia baca, ternyata tidak hanya orang Islam sendiri mengagungkan atas kehebatan Baginda Rasulullah, tetapi juga orang Kristiani pun mengakui kalau pemimpin yang terhebat se-dunia adalah Nabi Muhammad SAW.

“Ya, mari kita sama-sama selalu taat, pegang teguh terhadap apa yang disyariatkan oleh Allah SWT dan Baginda Rasulullah SAW. Katakan yang sebenarnya, walau itu terasa pahit. Niscaya kita menjadi hamba- hamba yang tergolong membela yang benar dan memberantas yang salah, Aamiin,” pungkas Sahbudin. (Habe)

error: Content is protected !!