News  

Habis 369 Juta Rehab SMP N 3 Sanggar, Diduga Kontraktor Masukan Kayu Reng Bongkaran

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com –Dikutip dari infotoday.id, Rabu (20/10/2021) bahwa rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menyimpan tanda tanya? Pasalnya, Kontraktor pelaksana dari CV. Pejuang beralamat di Jalan Kepiting Melayu RT 05/02, Kota Bima memasukan kayu bekas yang sudah rapuh.

Berdasarkan pantauan awak media di okasi pekerjaan berlokasi di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar tersebut, kayu-kayu reng bongkaran yang sudah lapuk kembali dimasukannya.

Tampak lima ruangan yang terdiri dari ruangan guru, perpustakaan, aula dan ruang belajar siswa nyaris tidak ditemukan kayu reng yang baru, namun kayu-kayu reng  bekas.

Irawan selaku Kontraktor Pelaksana dari CV. Pejuang yang dikonfirmasi terkait dengan penggunaan kayu Reng bekas dan Lapuk tersebut hanya menjelaskan bahwa dirinya merupakan seorang kontraktor lokal yang memiliki keahlian

“Bos, Saya ini basic nya teknik sipil dan punya kualifikasi SKA Ahli Madya Manajemen Konstruksi.Jadi saya tau spek dan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam RAB. Saran saya, kalau bos belum pegang detail RAB dan baca spektek nya, sebaiknya ajak saya diskusi biar kita sama persepsinya,” jelas Irawan

Bahkan dengan bangganya Irawan  menyebutkan bahwa dirinya merupakan kontraktor lokal yang berasal dari Desa Kore.

“Saya orang lokal dan asli Kore. Saya orangnya wellcome (terbuka) kalau bahas soal kerjaan. Siapa tau kita bisa sharing (diskusi),” sebut Irawan.

Terpisah, Irawan dikonfirmasi tanggapannya atas berita yang dikutif di infotoday.id tersebut, Rabu (20/10) dini hari, Irawan meminta awak media untuk mempelajari terlebih dahulu RAB proyek tersebut.

“Boss sebaikx pelajari RAB nya dulu baru paham…Di sana spek pekerjaanx jelas boss…😄Hanya mengganti reng+atap…dari reng kayu ke reng baja ringan…dan dari atap genteng tanah ke multiroof,” kata Irawan.

Menurut dia, proyek yang menghabiskan anggaran Rp369. 986.728,55 dengan nomor kontrak 055/028.T/01.1/PPK/DAK.SMP/Kontrak/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 dengan waktu pelaksanaan seratus dua puluh hari tersebut tidak itu sudah sesuai juklak-juinisnya.

“Tidak ada penggantian kayu usuk..😄👍😄😄makac saran sy teman2 media sebaikx bekali dulu diri teman2 dg data/info teknis yg lengkap spy tdk bias persepsix…👍👍,” ujar Irawan.

Selain itu, pria yang mengaku dirinya ahli Madya Manajemen Konstruksi itu menilai berita dibuat wartawan infotoday.id tidak sesuai realita di lapangan.

” Tajuk beritax saja tidak relevan dg syarat teknis yg diterapkan dlm perencanaan kegiatan🤭,” ujarnya lagi.

Ditanya sisi yang dinilainya tidak relevan berita tersebut, malah Irawan berargumen bahwa menurutnya sepanjang pekerjaan tidak keluar dari regulasi dalam pekerjaan tidak ada masalah baginya.

“Menurut sy sepanjang tidak keluar dari spektek dan syarat pekerjaan tidak ada masalah buat saya boss…😄soal persepsi teman2 yg garal berita itu yg tidak nyambung tentu sj harus membuat klarifikasi kelayakanx,” jelas Irawan.

“Singkat sj sy jelaskan…😄Syarat pekerjaanx adlah:mengganti reng yg awalx dari kayu menjadi reng baja ringan…dan me ngganti atap genteng tanah mjd genteng metal/multiroof..Tidak ada penggantian usuk…artix tetap pakai kayu usuk lama..😄👍Reng dan usuk itu beda boss…👍😄,” jelasnya lagi.

“Sy rasa anda tinggal crosscheck aja spektek+RAB dg lapangan…atau sebalikx…crosscheck lapangan dg spektek+rab…spy ketemu titik sinkron atau gak sinkronx di mana..👍🤭jadi tidak pake persepsi sendiri boss…😄👍,” pungkas pria yang akukan diri seorang basic-nya teknik sipil dan punya kualifikasi SKA Ahli Madya Manajemen Konstruksi itu. (RED)

 

error: Content is protected !!