News  

Pemuda- Mahasiswa: “Reformasi & Demokrasi Kutuk Oknum Yang Bertindak Represif”

Ket : Foto Pemuda- Mahasiswa Rendi Pribumi

DOMPU, LINTASRAKYATNTBNews.com –Budaya demokrasi yang identik dengan kebebasan berpendapat di khalayak umum kian terkikis seiring berjalannya waktu.

Kendati demikian, kritikan atas sebuah kebijakan tidak lagi dinilai sebagai gagasan konstruktif dalam membentuk keseimbangan, namun justru dianggap sebagai pengganggu kondusifitas dan stabilitas suatu wilayah.

Pasalnya, pola pikir seperti ini sudah mulai menjalar dalam sistem reformasi dewasa kini.

Mahasiswa-Pemuda adalah ikon pergerakan yang selalu mewarnai pahit manisnya perjalanan sejarah di negeri ini, tidak sedikit catatan-catatan penting yang ditorehkan dengan darah dan air mata.

“Ya, itu mulai dari diproklamirnya kemerdekaan bangsa hingga dengan transisinya sebuah sistem (OrLa-OrBa-OrRef). Semuanya tidak luput dari gebrakan dan tangisan perjuangannya,” kata Rendi Pribumi ke awak media di kediamannya pada Selasa (18/10/2021) pagi.

Dia pertanyakan apakah catatan perjuangan mereka dalam menyuarakan kepentingan bersama harus berakhir sampai di sini? Jawabnya tidak.!

Selama panggilan pertiwi masih diperdengarkan, selama urat nadi masih berdetak di jantung, maka selama itulah suara-suara lantang akan bergumam di alam kebebasan.

Tak peduli perihnya gas air mata, sambung dia, tak peduli barikadenya kawat berduri, dan tak peduli pula tajamnya peluru. Sejengkalpun tidak ada kata mundur karena mundur adalah bentuk pengkhianatan.

“Anak pergerakan adalah anjingnya (Representatif) rakyat, jadi tidak akan pernah pulang sebelum membawa hasil buruannya, walau badai di tengah hutan belantara sekalipun,” pungkas Rendi. (Bahadin)

error: Content is protected !!