Suami Korban Asal Sape Minta Polsek Tangkap Pelaku

  • Bagikan

Ket : Foto korban sesaat setelah kejadian penganiayaan pada Rabu (18/8/2021).

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Kapolsek Sape diduga enggan menindak terduga pelaku penganiayaan berinisial BH terhadap korban Dahlia asal Desa Sape Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat yang dilaporkan (pengaduan) oleh korban pada 18 Agustus 2021.

“Ya, kami sangat kecawa tindakan hukum Kapolek Sape atas kasus dilaporkan istri saya, yang hingga sampai sekarang terduga pelaku masih berkeluyuran di tengah- tengah kami,” kata suami korban Faisal ke awak media ini via selulernya, Jumat (15/10) pagi.

Faisal mengaku, Laporan Polisi ke SPKT Polsek Sape nomor LP/B/30/IX/2021/SPKT/ Res Bima Kota/ Polda NTB, tertanggal 23 September 2021 tentang tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) KUHP. Namun proses penyidikan kasus tersebut sepertinya tidak secara sitemik hukumnya.

” Ya, apalagi kasus yang menimpa istri saya ini terkesan tidak ditindak serius oleh penyidik,” ujarnya.

Dia meminta terduga pelaku untuk segera ditangkap demi adanya kepastian hukum atas laporan tersebut, jika sampai tindakan hukum Polsek Sape tidak secara profesional, maka jangan salahkan pihak korban menempuh langkah hukum lainnya.

” Kami akan bawakan kasus ini hingga ke Mabes Polri dan bila perlu ke Kompolnas Perempuan. Kami akan undang semua wartawan untuk jumpa pers atas tindakan Polsek Sape yang kami nilai tidak profesional,” tegasnya.

Dae Fesa sapaan akrabnya menyebut, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) laporan tersebut, penyidik telah melakukan rangkaian tindakan penyelidikan dan gelar perkara serta telah menemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga ditingkatkan ke penyidikan.

” Nah, jika memang demikian, lalu kenapa terduga pelaku dibiarkan berkeliaran di luar,” tambahnya.

Menurut dia, agar proses penegakan hukum laporan tersebut, terduga pelaku setidaknya harus diamankan. Sembari menunggu status tersangka bersangkutan.

” Ya, tahan dulu terduga pelaku, karena dua alat bukti dimaksud adalah mutlak syarat formil tetapkan orang sebagai tersangka, sesuai Pasal 184 KUHAP,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sape yang baru dicoba dikonfirmasi via WhatsAppnya belum bisa menanggapi, karena menurutnya, dia sedang mengamankan pemblokiran jalan di wilayah hukum Polsek setempat. Pihaknya masih diupayakan konfirmasi. (Habe)

 

 

  • Bagikan