News  

Proyek PT Lancar Sejati di Taloko Tambang Pasir Ilegal

BIMA, Lintasrakyatntbnews.-Proyek infrastruktur pelebaran jalan, drenaise dan duiker dikerjakan PT Lancar Sejati di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat diketahui menggunakan material pasir secara ilegal, Minggu (10/10/2021)

Pasir-pasir ilegal tersebut diambil dari sungai dengan menggunakan alat berat. Cobelko milik pekerja dari PT Lancar Sejati. Para pekerja melakukan penambangan pasir secara ilegal tersebut persis di sungai berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pekerjaan.

Berdasarkan pantauan media ini, drenaise sekitar tiga ratus meter yang telah dikerjakan oleh PT tersebut menggunakan pasir hasil penambangan ilegal oleh pekerja daru PT Lancar Sejati.

Sementara itu, Erwin selaku pelaksan ketika dijumapi di bendungan Taloko tidak berkutik ketika dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu. Dia hanya menyampaikan akan mencari sumber pasir dari lokasi lain.

“Kalau ini memang gak bisa, kami akan cari pasir di tempat lain,” ata Erwin.

Selain itu juga, Erwin akan menghentikan aktifitas penambangan pasir ilegal di Desa Taloko.

“Kita hentikan pengambilan pasir di Taloko kalau menjadi masalah,” tambah Erwin.

Humas PT  Lancar Sejati Abdullah yang dikonfirmasi Minggu (10/10) malam terkait dengan aktifitas penambangan ilegal pasir ilegal oleh pekerjanya mengaku belum mengetahui jika pekerja di lapangan melakukan aktifitas penambangan secara ilegal.

“Saya tidak ketahui jika ada aktivitas pengambilan pasir secara ilegal. Sebab yang lebih tahu pelaksanaan tersebut adalah pelaksana di lapangan, yakni pak Erwin,” kata Abdullah.

PT  Lancar Sejati hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari pelaksana terkait material yang digunakan.

Selain memasukan pasir secara ilegal, pelaksana dari PT Lancar sejati juga menjual tanah dari hasil pemotongan bukit sepanjang jalan yang berada di Desa Taloko. ( Red)

 

 

error: Content is protected !!