News  

Eksekusi Harta Bersama Ibrahim Vs Siti Tidak Berdasar Putusan Secara Utuh

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Tim Eksekutor Pengadilan Agama Bima dipimpin Ketua Tim Eksekutor Nurdin Arajak turun eksekusi harta bersama antara Ibrahim Abubakar Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima dan Nurmah Desa Ranggo Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Tim yang melibatkan Polres Bima dan dibackup Polsek Madapangga, Babinsa Desa Woro Koramil 1608-02/ Bolo dan Kepala Desa Woro melakukan eksekusi pada seluruh obyek perkara kedua pihak tersebut di Desa Woro, Rabu (29/9/2021).

Tim melaksanakan sebuah amar putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap (inkrach) tertanggal 24 Oktober 2020, yang isinya bahwa seluruh harta bersama antara pemohon dan termohon berupa barang bergerak maupun tidak bergerak akan dibagi dua.

Meski demikian, fakta riil di lapangan, pelaksanaan eksekusi tidak berdasarkan amar putusan secara utuh, justru tampak sebagian besar dengan cara- cara kompromistis antara pihak- pihak berkompeten maupun pihak lainnya.

Berdasarkan hasil eksekusi, barang bergerak satu unit mobil pickup, satu unit sepeda motor pun barang tidak bergerak berupa sawah sekitar 10 are bersama 8 pohon jati di so Uma Ani ( Rumah Madu), dan seluruh alat perabot rumah tangga telah menjadi milik pemohon eksekusi Nurmah atau biasa disebut Siti Ranggo. Sedangkan  rumah batu berukuran 8 x12 meter telah diperuntukan termohon Ibrahim atau biasa disapa Guru Bai.

Proses eksekusi dari pagi hingga menjelang sore, tidak terlihat wajah tergugat. Dia tengah menjalani proses hukum di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, atas dugaan perladangan liar baru- baru ini.

Usai eksekusi tersebut, Ketua Pengadilan Agama Bima Ridwan  Fauzi mengatakan, sebelum lakukan eksekusi tadi, termohon telah dilakukan teguran agar menjalankan isi putusan secara sukarela dalam waktu yang ditentukan setelah putusan dibacakan.

“Ya, termohon Ibrahim dua kali dipanggil untuk jalankan isi putusan secara sukarela, namun tidak pernah hadir (tidak kooperatif),” kata Ketua Pengadiilan yang diwawancarai awak media Lintasrakyatntbnews.com usai eksekusi.

Dia menyebut, pada pelaksanaan eksekusi yang berakhir tadi adalah sebagian tidak merujuk amar putusan, tapi dengan asas- asal eksekusi.

Eksekusi harta bersama tidak serta merta berpacu dalam isi putusan, namun sesuai kondisi di lapangan.

“Ya, dengan asas kekeluargaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suharto Baco, Kuasa Hukum pemohon mengaku, pihaknya tidak menyangka kalau tim yang turun eksekusi isi putusan perkara harta bersama pemohon dan termohon hari ini, tampak sekali mengedepankan kompromi. Padahal isi putusan sudah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Selain itu, kata dia, termohon sudah dua kali dilakukan mediasi baik oleh pengadilan maupun pihak kepolisian, dengan tujuan agar termohon patuh atas putusan hukum itu.

“Kan hari ini tahap eksekusi. Itu sesuai surat permohonan kami ajukan ke pengadilan setelah isi putusan dibacakan, dan bukan tahap kompromi,” kata Suharto.

Eksekusinya nanti, sambung dia, kalau dilihat faktanya sekarang dapat dipastikan eksekusinya lebih pada pendekatan asas kekeluargaan, dan tidak merujuk isi putusan.

“Saya optimis kalau eksekusinya lebih pada asas kekeluargaan,” tambah Suharto.(Habe)

error: Content is protected !!