News  

Ketua Pemuda Taloko Akan Polisikan Junaidin

BIMA, LINTASRAKYATNTBNews.com – Seorang Pemuda Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Junaidin (28) diduga memakai jabatan ketua pemudanya untuk mendapatkan uang Rp5 juta dari PT. Lancar Sejati Dompu pada 18 Agustus 2021.

 

Menurut Ketua Pemuda Mustafa, tindakan terduga pelaku dengan modus membuat surat pernyataan yang dibubuhi tanda tangannya di atas materai 10 ribu mengatasnamakan sebagai ketua pemuda, dengan menguraikan 4 poin pada bulan Agustus lalu.

 

Poin pertama, Junaidin sanggup mengamankan alat dan fasilitas milik PT. Lancar Sejati di lokasi tersebut, selama pekerjaan berlangsung.

 

Poin kedua, Junaidin sanggup membantu mengkomunikasikan hambatan-hambatan hal sosial antara PT Lancar Sejati dengan masyarakat di lokasi pekerjaan.

 

Poin ketiga, Junaidin sanggup membantu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan baik terhadap pekerja maupun terhadap PT Lancar Sejati selama pekerjaan berlangsung.

 

Dan poin keempat, Junaidin bersedia bertanggung jawab setiap masalah masalah yang terjadi di lokasi dikemudian hari.

 

Tidak henti di situ, agar meyakinkan keempat poin dibuatnya, Junaidin pun mengaku dalam surat pernyataan tersebut bahwa dirinya menerima uang 5 juta dari PT Lancar Sejati tersebut.

 

“Ya, uraiannya Junaidin adalah sebagai bentuk penghargaan atas jasa jasanya selama pekerjaan berlangsung. Saya tidak biarkan tindakan spekulasi atau pemalsuan anak itu. Saya akan bawa ke ranah hukum,” kata Mustafa ke awak media ini via selulernya, Minggu (26/9) dini pagi.

 

Mustafa menyebut, dugaan tersebut terkuak, setelah mendapat selembar surat pernyataan yang dibuat secara konspirasi terduga pelaku dengan pihak PT tersebut.

 

“Saya kaget dan saya polisikan. Apalagi mencatut jabatan saya demi meraib uang PT itu,” tegasnya.

 

 

Pria sapaan Parlan itu menambahkan, terduga pelaku Junaidin maupun pihak PT tersebut berani sekali membuat surat pernyataan hitam di atas putih dengan jabatan ketua pemuda, dan kenapa pihak PT tidak teliti secara cermat tentang identitas terduga pelaku terlebih dahulu.

 

“Jangan jangan mereka ini jebak saya. Nanti biarkan proses hukum menentukannya,” pungkas pria adik kandung Ketua MIO Kab Bima itu. (Habe)

error: Content is protected !!