News  

Guru Kontrak Morowali Keluhkan Gaji, Kadis Pendidikan Tanggapi

Kadis Pendidikan Kab Morowali

 

Morowali, Lintasrakyatntbnews.com –  Dua orang guru kontrak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tenga berinisial KY dan AM mengeluhkan soal gajinya yang selama 3 bulan belum diterima, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali menanggapinya.

 

Menurut KY, dari Juli sampai September ini belum terima gaji. Meski demikian, sebagai seorang guru tetap semangat dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

 

“Saya sudah tiga bulan belum terima gaji. Tapi saya tetap semangat bertugas,” kata KY ke awak media, Minggu (26/9) pagi.

 

Dia menjelaskan, akibat belum terima gaji, terpaksa menyisihkan waktu tiap malam untuk memancing ikan, guna menanggulangi pemenuhan kebutuhan keluarga di tengah pandemi Covid -19.

 

“Saya berangkat jam 10 malam pulang jam 5 pagi. Lumayan, pak. Ya, hasilnya buat sandang keluarga. Soal gaji yang kami harap sudah tiga bulan ini belum ada,” jelas KY.

 

Sementara itu, AM mengatakan, lantaran gaji belum kunjung ada, terpaksa harus mencari pinjaman untuk memenuhi kehidupan tiga anak dan istri.

 

“Saya ngutang pak untuk kebutuhan keluarga. Ya, mau bagaimana lagi, kebutuhan keluarga mendesak, gaji yang kami harap tiap bulan belum jelas hingga sekarang,” kata AM saat diwawancarai awak media di rumahnya, Minggu (26/9) pagi.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Amir Aminudin membenarkan soal gaji guru kontrak daerah Kabupaten Morowali belum terbayar hingga sekarang.

 

” Ya, benar pengakuan dua guru kontrak tersebut ke wartawan,” kata Kadispora Amir Aminudin ke awak media ini melalui pesan WhatsAppnya, Minggu (26/9) siang.

 

Amir mengatakan, soal keterlambatan gaji guru kontrak disebabkan karena ada penambahan anggaran di APBD Perubahan 2021 ini. Buku APBD Penetapan Tahun Anggaran 2021 terdapat kekurangan plavon anggaran guru honorer.

 

Ini terjadi, kata dia, karena kesalahan pengimputan anggaran. Maka pada APBD Perubahan inilah anggaran honoraium guru kontrak diseuaikan anggarannya, dan ini sudah selesai perhitungan dan pengimputannya, namun masih terkendala singkronisasi pada aplikasi SIPD, sehingga belum bisa dilakukan penarikan dananya.

 

Sementara berkas administrasi tagihan, sambung dia, sudah siapkan untuk diajukan ke Dinas Keuanagan, namun belum bisa diproses karena singkronisasi sistem di SIPD.

 

“Mudahan awal Oktober ini kami ajukan penagihannya 3 bulan sekalian, yakni honor bulan Juli, Agustus, dan September,” kata Amir.

 

Menurut dia, melalui kesempatan ini, pihaknya memohon maaf atas keterlambatan ini, hanya kendala sistem saja, dananya juga sudah siap di kas daerah.

 

” Selama ini kan gaji mereka lancar-lancar saja, setiap awal bulan sudah disalurkan,” ungkap Amir.

 

Dia menambahkan, selaku penanggung jawab pada Dinas Pendidikan, sangat berharap agar para guru dapat memakluminya.

 

“Saya juga yakin pasti ada hikmah dibalik semua ini,” ucap Amir.

 

Dia menambahkan juga, soal ada wartawan media yang mengonfirmasi tentang gaji guru honor, kalau tidak salah ingat tidak pernah ada.

 

Maka dari itu juga, kepada pihak wartawan yang ingin mengonfirmasi atau sejenisnya, dari dulu tetap membuka diri dan selalu memberi ruang.

 

“Saya selalu terbuka. Apalagi hal itu sifatnya koreksi dan masukan untuk kemajuan daerah. Why not (Kenapa tidak),” pungkas Amir. (Iwan)

error: Content is protected !!