Komite SMA Negeri 1 Madapangga Gelar Rapat

  • Bagikan

Bima, Lintasrakyatntbnews.com – Komite SMA Negeri 1 Madapangga, Kabupaten Bima menggelar rapat di Ruangan Laboratorium pada Sabtu (11/9/2021) pagi.

Rapat pembahasan Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) Tahun Pelajaran 2021/2022.

Turut hadir Wakil Ketua, Sekreraris, Bendahara Komite, Ka. UPT Dikpora, kepala sekolah dan dewan guru, serta wali murid dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Dalam sambutannya, Ketua Komite melalui Wakil Ketua Abdul Malik mengatakan, rapat ini digelar seperti tahun- tahun pelajaran sebelumnya adalah wujud komitmen bersama komite dan sekolah.

“Ya, rapat sebagai upaya dan terobosan untuk lebih meningkatkan kualitas sekolah kita ini, agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Abdul Malik menjelaskan, pada tahun pelajaran 2019/2020 tidak sedikit fisik pembangunan diwujudkan berkat komitmen forum komite seperti ini.

“Ya, semua itu didasari dengan hasil rumusan dalam rapat,” jelasnya.

Dia berharap, semoga rapat musyawarah tahun pelajaran ini dapat melahirkan program- program berbasis non fisik.

“Ya, kami harap demikian mengingat hampir 99 persen program fisik telah kita selesaikan,” pungkas Abdul Malik.

Camat Madapangga melalui Kasi Kesra Syafruddin meminta dalam kepengurusan Komite melibatkan representasi wali murid.

“Ya, kami harap pengurus Komite ada dari delegasi wali murid,” harap Syafruddin.

Hal tersebut, kata dia, karena dilihat dari komposisi kepengurusan Komite sebelumnya tidak ada perwakilan dari wali murid.

“Ya, wali murid dilibatkan dalam kepengurusan biar lebih komprehensif setiap mewujudkan program sekalah kita ini,” sebut Syafruddin.

Sementara itu, Kepsek Suratman mengatakan, terkait RKAS dan RAPBS tahun pelajaran ini tidak bisa keluar ketentuan regulasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Per item kegiatan sudah diatur. Meskipun forum ini memiliki semangat tinggi dalam membantu meningkatkan proses Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) sekolah, pihak sekolah tetap konsisten pada regulasinya.

“Kami tidak boleh nabrak ketentuan yang ada,” kata Suratman.

Suratman menyebut, pihak sekolah sangat berterima kasih atas semangat wali murid yang begitu besar ingin berkontribusi lebih, namun sekali lagi, sekolah tidak dapat menyepakatinya.

“Ya, mohon maaf, hal tersebut kami tidak bisa setujui. Itu bertentangan dengan aturan pendidikan,” sebutnya. (Habe)

  • Bagikan